Perkpknews.com Makassar, Sulawesi Selatan – Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) menyatakan komitmennya untuk menggandeng Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel dalam mengejar target penyerapan jagung pada tahun 2026. Sinergi lintas sektor ini dinilai strategis guna memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Pimpinan Perum Bulog Sulselbar, Fahrozi, mengatakan bahwa keterlibatan Polda Sulsel sangat krusial, terutama dalam pengawasan di lapangan, pendampingan kepada petani, serta memastikan kelancaran distribusi hasil panen jagung ke gudang Bulog.
“Kolaborasi dengan Polda Sulsel menjadi bagian penting agar penyerapan jagung berjalan efektif dan tepat sasaran, sekaligus memberikan kepastian pasar bagi petani,” ujar Fahrozi di Makassar, Selasa (5/2/2026).
Ia mengungkapkan, dalam dua tahun terakhir terjadi peningkatan signifikan terhadap surplus produksi dan konsumsi jagung di Sulselbar. Konsumsi jagung tercatat meningkat sebesar 23,2 persen, dari 307,4 ribu ton menjadi 463,9 ribu ton. Selain itu, kontribusi Polri terhadap produksi jagung nasional pada tahun 2025 mencapai 3,5 juta ton atau sekitar 20 persen dari total produksi nasional.
Diketahui, Polda Sulsel melalui Gugus Tugas Ketahanan Pangan mendapat arahan langsung dari Kapolri melalui Asisten SDM Polri untuk melaksanakan program penanaman jagung pada kuartal I tahun 2026. Program ini bertujuan membangun sistem pangan yang tangguh, efisien, dan berpihak kepada petani.
Arahan tersebut telah ditindaklanjuti dengan realisasi penanaman jagung seluas 812 hektare hingga 5 Februari 2026. Dari hasil panen tersebut, Bulog telah menyerap jagung sebanyak 306,85 ton ke gudang Bulog.
Sementara itu, Karo SDM Polda Sulsel, Kombes Pol Adi Ferdian Saputra, SIK, MH, menegaskan bahwa penyerapan jagung oleh Bulog merupakan wujud nyata dukungan Polda Sulsel terhadap program ketahanan pangan nasional.
“Polda Sulsel melalui polisi penggerak secara aktif melakukan pemantauan hasil panen jagung di wilayah Sulawesi Selatan dan memastikan penyerapan dilakukan oleh Bulog di masing-masing kabupaten/kota,” jelasnya.
Hingga saat ini, total jagung yang telah diserap Bulog Sulselbar mencapai 308,85 ton, dan jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah seiring berjalannya musim panen di berbagai daerah.
Redaksi KPK TIPIKOR News Sul-Sel Chemal Rusanda
