KONAWE, PersKpkNews.com – Warga Desa Karandu, Kecamatan Wawotobi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, mengaku heran dengan kondisi jembatan pada Jalan Usaha Tani (JUT) yang hingga kini belum juga rampung. Padahal, pembangunan jembatan tersebut disebut telah dianggarkan melalui Dana Desa sejak tahun 2024, namun kondisi di lapangan masih jauh dari harapan.
Pantauan di lokasi menunjukkan jembatan masih berupa papan seadanya dan belum memiliki konstruksi permanen. Selain itu, tidak ditemukan papan informasi proyek yang memuat keterangan nilai anggaran, volume pekerjaan, maupun waktu pelaksanaan kegiatan. Kondisi tersebut membuat warga kesulitan mengetahui kejelasan program pembangunan yang dibiayai dari Dana Desa.
Di sekitar lokasi jembatan juga hanya tampak tumpukan material batu dengan volume diperkirakan sekitar satu kubik. Tidak terlihat adanya aktivitas pembangunan signifikan, meskipun pelaksanaan kegiatan disebut telah dimulai sejak tahun lalu.

Hal ini menambah kebingungan warga terkait progres pekerjaan jembatan yang menjadi akses penting bagi aktivitas pertanian.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, pembukaan Jalan Usaha Tani di wilayah tersebut telah dilakukan pada tahun 2024. Saat itu, pemerintah desa disebut menjanjikan akan langsung melakukan peningkatan jalan, termasuk pembangunan jembatan agar akses warga dan petani dapat digunakan secara layak. Namun hingga akhir tahun anggaran 2024, pekerjaan tersebut tidak kunjung direalisasikan.
Aktivitas baru kembali terlihat sekitar Juli 2025, itu pun hanya berupa penurunan material batu dalam jumlah terbatas tanpa kelanjutan pekerjaan fisik yang jelas.
Seorang warga sekaligus narasumber, Miron, S.Sos, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan JUT di Desa Karandu telah masuk dalam perencanaan dan penganggaran Dana Desa. Ia juga mengungkapkan adanya keterangan dari Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Karandu bahwa tukang pelaksana pekerjaan telah menerima uang muka sebesar Rp2 juta.
“Kalau tukang sudah menerima DP, berarti dananya sudah ada. Tapi sampai sekarang fisik jembatannya belum juga dikerjakan,” ujarnya.
Menurut warga, kondisi jembatan yang belum selesai tersebut cukup menghambat aktivitas, terutama bagi petani yang memanfaatkan Jalan Usaha Tani untuk mengangkut hasil kebun. Saat musim hujan, akses tersebut dinilai rawan dan membahayakan.
Warga berharap pemerintah desa segera memberikan penjelasan sekaligus menuntaskan pembangunan jembatan agar Jalan Usaha Tani dapat difungsikan secara optimal dan aman.
Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Desa Karandu belum memberikan keterangan resmi terkait total anggaran, realisasi penggunaan Dana Desa, maupun alasan keterlambatan penyelesaian pembangunan jembatan JUT tersebut.
Media ini masih berupaya mengonfirmasi Kepala Desa Karandu, Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), serta pihak terkait lainnya untuk memperoleh penjelasan lanjutan.
Demikian laporan berita tentang kondisi jembatan Jalan Usaha Tani di Desa Karandu, Kecamatan Wawotobi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Kami berharap pemerintah desa dapat segera memberikan penjelasan dan menyelesaikan pembangunan jembatan tersebut agar warga dapat menggunakan akses jalan yang aman dan nyaman.
Laporan: Aby Razak
