KONAWE, Perskpknews.com – Pembagian alat dan mesin pertanian (alsintan) yang dilakukan Dinas Pertanian Kabupaten Konawe pada malam hari memicu kontroversi. Penyaluran handtractor dua roda yang dilakukan secara diam-diam tersebut menimbulkan pertanyaan besar tentang transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran publik.
Belakangan terungkap, kelompok tani yang menerima alsintan tersebut mengembalikan bantuan itu, menimbulkan spekulasi tentang motif penyaluran yang dilakukan diam-diam pada malam hari.
Asal-usul kelompok tani penerima alsintan juga masih kabur, menambah daftar pertanyaan yang belum terjawab.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Konawe, Gunawan Samad, membenarkan adanya pembagian handtractor dua roda pada malam hari, namun tidak menyebut nama kelompok tani penerima.
“Kami memang melakukan penyaluran alsintan, tapi saya tidak bisa menyebutkan nama kelompok tani penerima,” kata Gunawan Samad.
Penyaluran alsintan yang dilakukan secara diam-diam pada malam hari tersebut memicu kekhawatiran tentang kemungkinan penyimpangan anggaran.
“Kami berharap ada klarifikasi dan investigasi lebih lanjut tentang penyaluran alsintan ini,” kata seorang aktivis LSM di Konawe.
Kontroversi ini memicu pertanyaan besar tentang transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran publik di Konawe.
Masyarakat menuntut klarifikasi dan investigasi lebih lanjut tentang penyaluran alsintan ini.
Laporan: Redaksi
