Pendiri KPK Tipikor News, Tomy Chandra, Asal Padang Pariaman, Ajak Masyarakat Mengingat Sejarah Berdirinya Syarikat Islam

Padang Pariaman, 28 September 2025 – Pendiri media KPK Tipikor News, Tomy Chandra, yang berasal dari Padang Pariaman, mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk kembali mengenang dan memaknai sejarah berdirinya Syarikat Islam (SI) — sebuah tonggak penting dalam perjuangan umat Islam dan bangsa Indonesia.

Syarikat Islam merupakan organisasi pergerakan Islam tertua dan terbesar di Indonesia, yang lahir dari denyut nadi umat, bergerak dari bawah untuk kepentingan agama, bangsa, dan kemanusiaan.

Organisasi ini bermula pada 16 Oktober 1905, ketika seorang saudagar batik asal Solo, Haji Samanhudi, mendirikan Syarikat Dagang Islam (SDI). Tujuan utama pendirian SDI adalah untuk melindungi para pedagang pribumi Muslim dari dominasi dan tekanan pedagang asing, khususnya Tionghoa dan Belanda, yang saat itu menguasai pasar. Semangat kebersamaan dan kemandirian ekonomi umat menjadi fondasi kuat yang membuat SDI tumbuh dengan pesat.

Pada tahun 1911, SDI kemudian berubah menjadi Syarikat Islam (SI) di bawah kepemimpinan Haji Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto. Perubahan ini membawa organisasi dari ranah ekonomi menuju visi yang lebih luas: perjuangan sosial-politik Islam untuk kemerdekaan, keadilan, dan kesejahteraan rakyat.

Di tangan HOS Tjokroaminoto, SI berkembang menjadi organisasi massa yang besar dan berpengaruh. Ribuan rakyat kecil, ulama, saudagar, serta kaum terpelajar bergabung dan menjadikan SI sebagai pusat pembelajaran politik dan perjuangan. Banyak tokoh besar bangsa seperti Soekarno, Semaoen, Alimin, Musso, dan Kartosuwiryo merupakan murid-murid politik dari Tjokroaminoto, yang dikenal dengan julukan “Raja Jawa Tanpa Mahkota.”

Syarikat Islam tidak hanya menjadi simbol perlawanan terhadap kolonialisme, tetapi juga mewariskan nilai-nilai luhur seperti kemandirian ekonomi, persatuan umat, serta kesadaran politik dan sosial. Dari rahim SI, lahir semangat pergerakan nasional yang kelak berkontribusi besar dalam meraih kemerdekaan Indonesia.

Meski telah lebih dari satu abad berlalu, dan meskipun SI mengalami berbagai dinamika dan transformasi, ruh perjuangan organisasi ini tetap menyala: membela umat, melawan ketidakadilan, dan memperjuangkan kesejahteraan rakyat.

Syarikat Islam adalah bukti bahwa umat yang bersatu, berilmu, dan beriman mampu menjadi kekuatan besar untuk mengubah sejarah,” ujar Tomy Chandra dalam pernyataan tertulisnya.

 

Melalui pengingat sejarah ini, Tomy Chanra berharap masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda, tidak melupakan akar perjuangan bangsa, serta terus menanamkan nilai keislaman, nasionalisme, dan keadilan sosial dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.