KPK Tipikor News Jambi , jakarta ,19 September 2025 — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi menunjuk Letjen TNI (Purn) Djamari Chaniago sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polkam) dalam kabinet pemerintahannya. Penunjukan ini menjadi sorotan publik, mengingat rekam jejak Djamari yang panjang dan berpengaruh di dunia militer Indonesia.
Djamari Chaniago lahir di Padang, Sumatera Barat, pada 8 April 1949. Ia merupakan lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) tahun 1971 dan meniti karier militer selama lebih dari tiga dekade. Di sepanjang pengabdiannya, Djamari pernah menduduki berbagai posisi strategis, antara lain sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) periode 1998–1999, Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (1999–2000), dan Kepala Staf Umum TNI (2000–2004).
Selain karier militernya, nama Djamari Chaniago juga dikenal sebagai salah satu dari tujuh jenderal yang tergabung dalam Dewan Kehormatan Perwira (DKP) yang dibentuk pada tahun 1998. DKP saat itu menangani kasus pelanggaran etik dan disiplin militer, termasuk dugaan keterlibatan dalam penculikan aktivis 1997–1998. DKP tersebut memutuskan pemberhentian Prabowo Subianto dari dinas kemiliteran.
Kini, dalam dinamika politik nasional yang terus berkembang, Djamari Chaniago dipercaya untuk mengemban tanggung jawab besar sebagai koordinator dalam bidang politik, hukum, dan keamanan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Penunjukan ini menjadi bukti bahwa pemerintahan baru membuka ruang bagi para tokoh senior yang berpengalaman untuk kembali berkontribusi bagi bangsa dan negara, meskipun memiliki catatan sejarah yang kompleks di masa lalu.
Tim
–
Djamari Chaniago,Putra Minangkabau Yang Kini Menko Polkam
