

Tapsel,perskpknews
Malang tidak dapat ditolak demikian juga nasib mujur tak mungkin mampu diraih, begitulah bunyi pepatah dalam kehidupan manusia didunia ini. Siang hari tanggal 17 Agustus 2025 hampir seluruh rakyat Indonesia tumpah ruah dipelbagai tanah lapang yang ada diseantero negri bahkan sampai ke luar negeri. Tidak jauh beda dengan suasana didusun Dano Lombang Desa Batangpaya kecamatan Sipirok Tapanuli Selatan,tua dan muda seharian tumpah-ruah dihalaman rumah turut memeriahkan upacara 17an dengan melaksanakan pelbagai kegiatan murah meriah menyambut hari kebangsaan negeri kita.
Ketangkasan mengisi kelereng/guli kedalam botol dengan memakai alat bantu sendok makan,tarik tambang remaja,lomba lari dengan memakai goni/karung,serta pelbagai kegiatan lain yang semuanya bertujuan memeriahkan hari proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia .
Permainan yang biasanya berlangsung sampai jelang Maghrib tersebut tentu saja menyita banyak energi para peserta kegiatan yang ujungnya kecapekan. Dalam situasi masyarakat serba kelelahan,sontak terdengar teriakan anak anak berlarian dari rumah mereka yang kebetulan terletak agak dibelakang lokasi padat pemukiman. Api …apiii pekik suara anak anak memecahkan kepenatan badan dihari menjelang malam Senin tersebut. Mengingat kondisi rumah papan yang sudah tergolong tua dan terletak agak jauh melewati gang sempit,membuat anggota masyarakat agak sulit menerobos kepungan api yang amat cepat. Tidak sampai beberapa jam,dua unit rumah papan ludes terbakar dilalap si jago merah tanpa mampu dipadamkan anggota masyarakat yang tumpah-ruah berjibaku memadamkan api dengan alat seadanya. Menurut info yang diperoleh awak media dilapangan atau TKP, api berasal dari percikan arus listrik disakelar yang sudah longgar karena kelamaan dipakai serta banyaknya peralatan elektronik yang dicantolkan ke sakelar tersebut. Dua unit rumah papan hangus total dengan beberapa peralatan rumah tangga yang tidak sempat dievakuasi warga dusun Dano Lombang. Sedangkan satu unit rumah semi permanen tetangganya terpaksa dirusak sebagian guna mencegah jilatan api kian melebar. Kerugian ditaksir ratusan juta rupiah untuk ketiga rumah terbakar dan dirusak tersebut . Dalam besukannya,camat Sipirok yang didampingi ASN dari dinas sosial Tapsel serta kades luat lombang Sappe Siregar, meminta kepada pihak keluarga korban lewat panitia khusus yg membantu penggalangan dana sosial, agar membuat taksasi rinci biaya perbaikan rumah biar secepatnya dilaporkan kepemerintah atasan guna dilakukan aksi tanggap darurat oleh pemerintah, tukas Camat Sipirok tersebut sembari memberikan atensi partisipasi kepada keluarga korban pak Pane yang kebetulan hadir disitu, jangan lihat nilainya,tapi lihatlah keikhlasannya,ujar para ASN yang lain sambil mohon pamit undur diri guna memberikan laporan A1 kepihak Pemkab di perkantoran Bupati dikota Sipirok.
