Pacar, perskpknews.com – Pemecatan Yohanes Ilham Jomi, pemilik Toko Simpati di Wulang, Desa Manong, selaku pengecer pupuk bersubsidi Kecamatan Pacar oleh Yohanes Suherman, Direktur CV. Harum Jaya selaku distributor pupuk bersubsidi Kabupaten Manggarai Barat, menjadi kabar yang disambut gembira para petani. Keputusan ini diumumkan distributor pada 6 Agustus 2025 di Labuan Bajo, NTT, dan segera menjadi perbincangan hangat di masyarakat.
Agustinus Biar, petani senior asal Dusun Wewak, Desa Manong, mengaku lega mendengar kabar tersebut.
“Saya sangat senang dan bersyukur karena pengecer sudah diganti. Selama ini dia bikin susah kami petani. Pupuk subsidi dari pemerintah dijual di atas harga resmi. Kami jadi tidak pernah merasakan manfaat harga subsidi itu,” ujarnya, Rabu (13/8/2025).
Senada, Ketua Kelompok Tani Bea Laja, Marselinus Raimon, menuturkan bahwa harga pupuk kerap melambung jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Tahun 2023 dijual Rp320 ribu per pasang, 2024 naik jadi Rp330 ribu, bahkan awal 2025 tetap segitu sebelum LMI NTT dan media sosialisasi harga resmi. Sempat turun ke Rp230 ribu, tapi naik lagi sampai Rp280 ribu. Pelayanan juga buruk, tidak ada kebijakan yang meringankan petani,” ungkapnya.
Meski bersyukur, Marsel mengaku cemas soal ketersediaan pupuk untuk musim tanam ketiga yang dimulai September–Desember 2025.
“Kami khawatir, apakah sudah ada pengecer baru yang siap melayani kebutuhan pupuk subsidi di Pacar? Kalau belum, kami akan kesulitan saat musim tanam nanti,” tambahnya.

Benediktus Engkot, anggota Kelompok Tani Manong Mekar, turut melontarkan kritik keras terhadap pengecer lama.
“Harga resmi pupuk subsidi itu Rp227 ribu per pasang, tapi dia jual semaunya. Kami dirugikan. Pengecer seperti bertindak layaknya raja,” ujarnya di hadapan sejumlah warga kelompok tani.
Menanggapi kekhawatiran petani, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Pacar, Beny Mursono, memastikan telah mengusulkan dua calon pengecer baru.
“Administrasi sudah kami urus, sekarang tinggal proses peralihan RDKK dari pengecer lama ke calon pengecer baru,” jelas Beny saat dihubungi Selasa (11/8/2025).
Distributor pupuk bersubsidi Kabupaten Manggarai Barat, Yohanes Suherman, membenarkan informasi tersebut.
“Untuk Kecamatan Pacar, sudah ada dua calon pengecer baru, yakni UD Sinar Pelita Pacar milik Hendrikus Hibur dan UD Suasana Baru milik Yosep Din,” terangnya.
Dengan penunjukan dua pengecer baru ini, kekhawatiran petani soal distribusi pupuk bersubsidi di Kecamatan Pacar dipastikan dapat teratasi, meski proses peralihan masih berlangsung.
Liputan kpk Tipikor News NTT: Adrianus Jehamat
Editor Redaksi Sul-Sel
