Aditya Yusma Perdana Resmi Dilantik Sebagai Ketua Umum PP PERISAI Syarikat Islam Periode 2025-2030

 

Jakarta — Pada hari itu, secara resmi dilakukan pelantikan Pengurus Pusat (PP) PERISAI Syarikat Islam untuk periode 2025–2030 yang dipimpin oleh Aditya Yusma Perdana sebagai Ketua Umum.

Pelantikan ini berlangsung dalam sebuah acara hikmat yang dipandu langsung oleh Presiden Lajnah Tanfidziyah (LT) Syarikat Islam, Dr. Hamdan Zoelva. Bertempat di Jakarta, acara ini diwarnai dengan pengucapan sumpah dan Ikrar Suci PERISAI Syarikat Islam oleh seluruh jajaran pengurus yang baru, menandai komitmen mereka dalam membangun organisasi yang berakar kuat pada nilai-nilai perjuangan, persatuan, dan keislaman.

Dalam sambutannya, Aditya menegaskan bahwa PERISAI (Pemuda Muslimin Indonesia) lahir pertama kali pada tahun 1923 di bawah naungan Sarekat Islam (SI). Organisasi ini menjadi wadah pemuda dalam memperjuangkan kemerdekaan dan membangkitkan kesadaran nasional.

Kini, pada tahun 2025, kami menghidupkan kembali PERISAI dengan nama PERISAI Syarikat Islam. Sebuah organisasi tameng dan benteng umat dalam menghadapi tantangan zaman,” tegas Aditya.

PERISAI Syarikat Islam memiliki visi besar dalam membangun pertahanan dan ketahanan bangsa, tidak hanya secara fisik dan militer, tetapi juga melalui ketahanan pangan, ekonomi kerakyatan, dan penguatan sosial kemasyarakatan. “Kami akan bersinergi dengan TNI dan Polri dalam menjaga stabilitas bangsa,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Aditya juga memperkenalkan simbol dan makna filosofis baru dalam lambang PERISAI. Di dalamnya terdapat bintang dan bulan sebagai simbol nilai-nilai Islam serta tiga tugu yang melambangkan pilar perjuangan organisasi:

  1. Tugu Tengah: Tauhid murni, dibalut dengan motif batik Kawung, karya Sultan Agung Mataram yang bermakna kemurnian dan kesempurnaan iman.
  2. Tugu Kanan: Kebijaksanaan, dibalut dengan batik Parang Barong, melambangkan pengendalian diri dan kehati-hatian.
  3. Tugu Kiri: Siasah (politik dan strategi), dibalut dengan batik Sidomulyo, mengandung harapan akan kemuliaan, kemakmuran, dan kebahagiaan.

Sementara itu, tulisan “PERISAI Syarikat Islam” adalah bentuk ikrar abadi untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari segala ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri.

Dalam pidatonya, Aditya menyampaikan kesiapan PERISAI Syarikat Islam untuk berkolaborasi dengan Kementerian Koperasi dan UKM, khususnya dalam program pengembangan Koperasi Merah yang digalakkan di tingkat desa.

“Kami akan memulai perjuangan dari desa, membangun dari akar rumput. Karena jika rakyat bersatu, Indonesia akan maju,” ucap Aditya penuh semangat.

Dalam akhir sambutannya, Aditya berjanji untuk menjaga nilai luhur perjuangan para tokoh pendiri PERISAI seperti H.O.S Tjokroaminoto, Semaun, dan Abdul Muis. Ia berkomitmen menegakkan Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai pilar kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Saya akan bela hak rakyat Indonesia di atas kepentingan pribadi dan golongan. Saya akan jaga martabat dan nama baik organisasi. Jika saya melanggar Ikrar Suci ini, saya siap menerima sanksi organisasi,” tegas Aditya.

Pelantikan ini menjadi tonggak baru bagi PERISAI Syarikat Islam dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, cerdas, dan berdaya juang tinggi demi kemajuan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.