Gowa perskpknews.com, 14 Juli 2025 — Sejumlah orang tua siswa dan pihak sekolah di SMP Negeri 2 Bajeng, Pabbentengang, Kabupaten Gowa, masih menanti kepastian realisasi program seragam sekolah gratis yang sebelumnya dijanjikan oleh Pemerintah Kabupaten Gowa.
Program seragam gratis ini merupakan bagian dari kebijakan pendidikan pro-rakyat yang bertujuan untuk meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya menjelang tahun ajaran baru. Meski tahun ajaran sudah dimulai, hingga Senin (14/7), belum ada kejelasan terkait waktu distribusi maupun teknis pelaksanaannya.
“Sampai sekarang kami masih menunggu informasi resmi dari pemerintah atau Dinas Pendidikan terkait program ini. Siswa-siswa sudah mulai masuk sekolah, tapi belum ada kejelasan kapan seragamnya akan dibagikan,” ujar salah satu guru SMPN 2 Bajeng melalui pesan di grup WhatsApp internal sekolah.

Sebagai bentuk antisipasi, pihak sekolah pun mengimbau siswa baru untuk menggunakan pakaian kaos putih selama kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS), khususnya bagi yang belum memiliki seragam sekolah lainnya.
Kondisi ini turut menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua siswa. Salah satunya, Syamsiah, seorang nenek dari siswa baru SMPN 2 Bajeng yang juga dikenal aktif di media sosial. Ia menyampaikan harapannya agar program tersebut bisa segera direalisasikan.
“Kami sangat bersyukur dengan adanya program ini, tapi kami berharap pembagiannya tidak terlalu lama. Kalau terlalu lama, kami bingung juga karena anak-anak butuh seragam untuk sekolah,” ungkapnya.
Tim media yang turun langsung ke lapangan juga mengonfirmasi situasi tersebut melalui dokumentasi dan wawancara dengan salah satu wali murid yang tidak ingin disebutkan namanya. Ia membenarkan bahwa hingga saat ini siswa baru masih mengenakan pakaian seadanya sembari menunggu realisasi dari pemerintah.
Program seragam gratis ini merupakan salah satu wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Gowa dalam meningkatkan akses dan kualitas pendidikan. Namun, keterlambatan dan kurangnya informasi resmi membuat masyarakat berharap adanya koordinasi yang lebih baik antara Dinas Pendidikan dan pihak penyedia, agar manfaat program dapat dirasakan tepat waktu tanpa mengganggu proses belajar mengajar.
Pihak sekolah berharap agar distribusi seragam segera dilaksanakan dan komunikasi dari pemerintah lebih transparan, demi menciptakan proses pendidikan yang tertib dan merata bagi seluruh siswa.
*(Tim Redaksi kpknews Sulsel)*
