Jalan Berlubang Telan Korban, Warga Bisati Geram

Jalan Berlubang Telan Korban, Warga Bisati Geram

Pariaman, Sabtu, 28 Juni 2025

Sebuah kecelakaan tunggal kembali terjadi di Jalan Raya Sicincin Pariaman, tepatnya di sebelah kanan gerbang Masjid Raya Bisati dari arah sicincin menuju pariaman, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Padang Pariaman. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu malam, sekitar pukul 19.25 WIB, menimpa seorang pria paruh baya yang enggan disebutkan namanya. Korban terjatuh akibat kondisi jalan yang licin dan berlubang, imbas dari proyek galian yang hingga kini tak kunjung diselesaikan.

Dari keterangan korban di lokasi, hujan deras sejak usai salat Magrib membuat permukaan jalan sangat licin. Lubang besar bekas galian yang dibiarkan terbuka sejak Kamis, 26 Juni, menambah risiko kecelakaan. Hingga malam kejadian, tak ada rambu pengaman, penerangan memadai, atau aktivitas pengerjaan yang terlihat di area tersebut.

Kondisi ini memicu keresahan warga Bisati dan pengguna jalan lainnya. Mereka mempertanyakan tanggung jawab pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait atas kelalaian yang nyaris merenggut nyawa.

> “Baa kok di padia sajo dek urang karajo jalan? Jalan nan alah balubangko, apo harus memakan korban dulu baru di karajoan?”
(“Mengapa dibiarkan saja jalan yang rusak itu? Apakah harus menunggu ada korban dulu baru diperbaiki?”)
— ujar salah seorang warga saat di wawancara oleh KPK Tipikor news, Sabtu (28/6).

Warga menilai lambannya penanganan dari pihak terkait mencerminkan kurangnya pengawasan dan kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan. Padahal lokasi tersebut merupakan akses utama dengan lalu lintas padat, baik siang maupun malam.

Hingga berita ini diturunkan, belum tampak adanya progres pengerjaan di lapangan. Lubang galian masih terbuka, menimbulkan risiko besar terutama di malam hari dan saat hujan turun.

Sementara itu, korban yang mengalami luka lecet di bagian tangan dan wajah memilih meninggalkan lokasi dengan kondisi kecewa. Ia menolak mendapat penanganan medis dan hanya berharap peristiwa serupa tidak menimpa orang lain.

Masyarakat mendesak Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan pemerintah daerah segera mengambil tindakan konkret. Mereka meminta proyek diselesaikan secepat mungkin dan pelaksana yang lalai diberi sanksi tegas sebelum ada korban jiwa.

@ilyaldi – KPK Tipikor News