Bagian Tubuh Manusia Ditemukan Terpisah di Sungai Batang Anai, Diduga Korban yang Sama


PADANG PARIAMAN – Penemuan beberapa bagian tubuh manusia kembali menggegerkan warga di sepanjang aliran Sungai Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, pada Kamis, 18 Juli 2025. Temuan ini diduga kuat merupakan bagian dari mayat tanpa identitas yang sebelumnya ditemukan mengapung dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa, 18 Juni 2025 lalu.

Beberapa bagian tubuh manusia (kaki kanan, tangan kiri, dan kepala) telah ditemukan mengapung secara terpisah di sepanjang aliran Sungai Batang Anai. Penemuan ini diduga terkait dengan mayat tanpa identitas yang sebelumnya ditemukan meninggal dunia di lokasi yang berbeda namun masih dalam aliran sungai yang sama.

  • Saksi Penemuan Kaki: Eriman (37 tahun, Wiraswasta), Harjoni (50 tahun, Wali Korong Talao Mundam).
  • Saksi Penemuan Tangan dan Kepala: Sarlis (63 tahun, Penambang Pasir), Sudirman (63 tahun, Buruh Harian Lepas).
  • Pihak Berwenang: Personel Polsek Batang Anai dipimpin Kapolsek Iptu Wadriadi, S.H., Danramil 09 Batang Anai Kapten Inf Januar Hendri, S.H., Unit Inafis Polres Padang Pariaman, dan Unit Inafis Polda Sumatera Barat.

Penemuan bagian tubuh manusia yang baru terjadi pada Kamis, 18 Juli 2025.

  • Pukul 06.00 WIB: Penemuan bagian kaki kanan oleh Eriman.
  • Pukul 08.41 WIB: Evakuasi bagian kaki kanan selesai.
  • Pukul 09.00 WIB: Penemuan potongan tangan kiri dan kepala oleh Sarlis.

Penemuan mayat tanpa identitas yang diduga terkait dengan bagian tubuh ini terjadi sebelumnya, pada Selasa, 18 Juni 2025, sekitar pukul 10.30 WIB.

Bagian tubuh ditemukan di dua lokasi berbeda sepanjang aliran Sungai Batang Anai:

  1. Potongan Kaki Kanan: Tepi aliran Sungai Batang Anai, Korong Talao Mundam, Nagari Katapiang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman.
  2. Potongan Tangan Kiri dan Kepala: Dekat pintu Muara Anai Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Mayat tanpa identitas sebelumnya ditemukan di tepi aliran Sungai Batang Anai, Korong Duku, Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman.

Penemuan bagian-bagian tubuh manusia ini menjadi penting untuk proses identifikasi korban dan penyelidikan penyebab kematiannya. Keberadaan potongan tubuh yang terpisah mengindikasikan adanya kemungkinan tindak kejahatan atau insiden tragis lainnya, yang membutuhkan penanganan serius dari pihak kepolisian. Ini juga bertujuan untuk memberikan kepastian kepada keluarga korban jika identitasnya berhasil terungkap.

  1. Penemuan Kaki: Saksi Eriman melihat kaki mengapung saat hendak ke ladang. Ia mencoba mengarahkan ke tepi sungai lalu melaporkan ke Wali Korong Harjoni, yang kemudian melaporkannya ke Polsek Batang Anai.
  2. Respons Polisi (Kaki): Personel Polsek Batang Anai dan Unit Inafis Polres Padang Pariaman segera mendatangi TKP. Setelah olah TKP, bagian kaki dievakuasi menggunakan ambulans Puskesmas Nagari Katapiang dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk otopsi. Pengamanan dilakukan oleh Kapolsek Batang Anai Iptu Wadriadi, S.H., dan Danramil 09 Batang Anai Kapten Inf Januar Hendri, S.H.
  3. Penemuan Tangan dan Kepala: Saksi Sarlis menemukan potongan tangan kiri dan kepala saat menambang pasir dekat Muara Anai. Ia mengevakuasi bagian tubuh tersebut ke dalam kantong plastik hitam dan memberitahukan kepada Sudirman, yang kemudian menghubungi Inafis Polda Sumatera Barat dan Unit Inafis Polres Padang Pariaman yang sedang di lokasi penemuan kaki. Pihak kepolisian segera merespons laporan tersebut.