Kincir Tua Syeikh Ungku Saliah: Warisan Luhur yang Mulai Terlupakan

 

Kincir tua peninggalan Syeikh Ungku Saliah, yang terletak di Nagari Lareh Nan Panjang, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman, tepatnya di sebelah utara Masjid Koperasi Islam Syeikh Buya Ungku Saliah, merupakan salah satu simbol kejayaan dan kepedulian terhadap ekonomi masyarakat pada masanya.

Kincir air ini dibangun oleh Syeikh Ungku Saliah pada tahun 1950 sebagai bukti nyata kepedulian beliau terhadap pengelolaan sumber daya alam untuk kemaslahatan masyarakat. Kincir tersebut bukan sekadar alat mekanik yang memutar air, tetapi sebuah wujud kearifan lokal dalam mengelola irigasi secara mandiri dan berkelanjutan.

Menurut catatan sejarah, Syeikh Ungku Saliah semasa hidupnya sangat memperhatikan aliran air yang mengarah ke kincir. Dengan sistem yang sederhana namun efektif, kincir ini mampu mengalirkan air ke sawah-sawah milik warga sekitar, sehingga sangat menunjang keberhasilan pertanian masyarakat kala itu.

Bahkan, menurut penuturan salah satu ahli waris, demi menjaga ekosistem perairan dan memastikan aliran air tetap stabil, beliau tidak segan menyewa tenaga kerja untuk mengatur jalur air menuju kincir. Ini adalah wujud konkret dari kepedulian beliau terhadap kesejahteraan sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat setempat.

Namun sayangnya, seiring berjalannya waktu dan berkembangnya zaman, warisan berharga ini mulai terlupakan. Generasi masa kini tampak kurang mengenal nilai-nilai yang terkandung dalam peninggalan tersebut. Kincir yang dulunya menjadi simbol kemandirian dan semangat gotong royong kini dibiarkan terbengkalai, tanpa perawatan ataupun pelestarian yang layak.

Warisan seperti Kincir Tua Syeikh Ungku Saliah sejatinya tidak hanya perlu dilestarikan secara fisik, tetapi juga secara nilai. Ini adalah aset budaya yang dapat menjadi cermin keteladanan bagi generasi muda—tentang pentingnya kerja keras, kebersamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.

Oleh: @Ilysaldi – KPK Tipikor News
Sumber: YouTube Jejak Sufi Minang