Ketua KPK TIPIKOR Sumatera Barat Dukung Sinergi Budaya Minangkabau dalam Gerakan Antikorupsi

 

Padang, Sumatera Barat — Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Tindak Pidana Korupsi (KPK TIPIKOR) wilayah Sumatera Barat menyampaikan komitmennya dalam membangun sinergi antara kebudayaan Minangkabau dan upaya pemberantasan korupsi, demi menciptakan Sumatera Barat yang bersih dan bermartabat.

Dalam pernyataannya, Ketua KPK TIPIKOR Sumbar menegaskan bahwa nilai-nilai luhur budaya Minangkabau—yang menjunjung tinggi kejujuran, kehormatan, dan kebersamaan—sejalan dengan semangat antikorupsi yang menjadi fondasi kerja lembaga.

“Tradisi dan adat Minangkabau tidak hanya kaya secara budaya, tetapi juga mengandung nilai-nilai moral yang sangat kuat. Nilai ini bisa menjadi benteng utama dalam mencegah praktik korupsi di tengah masyarakat,” ujar Ketua KPK TIPIKOR Sumbar.

Sebagai bentuk konkret, KPK TIPIKOR Sumatera Barat menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan dan pelestarian berbagai kesenian tradisional Minangkabau sebagai media kampanye sosial dan pendidikan antikorupsi. Di antaranya adalah:

  • Ulu Ambek – Seni bela diri dan spiritual yang mencerminkan ketenangan dan pengendalian diri.
  • Silat Tuo – Warisan bela diri tradisional yang mengajarkan kehormatan dan kejujuran.
  • Randai – Teater rakyat Minangkabau yang bisa dimanfaatkan sebagai sarana penyampaian pesan moral dan antikorupsi.
  • Tari Piring – Tarian yang mencerminkan kerja sama, ketelitian, dan kehati-hatian—nilai-nilai penting dalam pengawasan publik.

“Kami percaya bahwa dengan merangkul para seniman, budayawan, dan komunitas adat, kita bisa menciptakan gerakan moral yang kuat dari akar budaya sendiri untuk melawan korupsi. Pemberantasan korupsi tidak hanya dilakukan dengan hukum, tapi juga dengan hati dan warisan nilai,” tambahnya.

KPK TIPIKOR Sumbar mengajak seluruh masyarakat, tokoh adat, pemuda, dan pelaku seni budaya untuk bersama-sama menjadi bagian dari gerakan sosial antikorupsi berbasis budaya lokal. Dengan semangat “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”, Sumatera Barat diyakini mampu menjadi provinsi teladan dalam pemerintahan yang bersih dan berintegritas. (red)