Air PAM di Sungai Limau Sudah Dua Minggu Tidak Mengalir, Warga Bertanya: Masih Beroperasi atau Tidak?
Padang Pariaman – Sudah dua minggu lamanya masyarakat Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman, mengalami krisis air bersih. Pasalnya, pasokan air dari Perusahaan Air Minum (PAM) di daerah tersebut tidak mengalir sama sekali. Kondisi ini membuat warga bertanya-tanya, apakah PAM Sungai Limau masih beroperasi atau sudah berhenti total?
Keluhan datang dari berbagai kalangan, terutama ibu rumah tangga yang kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari seperti memasak, mandi, hingga mencuci. Sebagian warga terpaksa mengambil air dari sumur warga lain atau membeli air galon untuk keperluan rumah tangga.
“Sampai sekarang air belum juga hidup, sudah dua minggu. Tidak ada pemberitahuan resmi. Kami bingung, apakah PAM ini sudah tutup atau bagaimana? Kalau memang sudah tidak jalan, lebih baik masyarakat diberi kejelasan supaya kami bisa cari solusi lain,” ujar salah satu warga, Rina (38), kepada wartawan, Sabtu (19/4/2025).
Warga juga mulai mempertanyakan kinerja pegawai PAM setempat. Ada dugaan bahwa operasional terganggu karena kendala internal, seperti tunggakan gaji atau kerusakan fasilitas yang tidak ditangani.
“Kalau pegawainya tidak digaji atau tidak masuk kerja, itu masalah manajemen. Tapi jangan biarkan masyarakat jadi korban. Kami bayar tagihan, tapi airnya tidak mengalir,” tambah warga lainnya, Andi (45).
Warga berharap pihak terkait, baik pengelola PAM maupun pemerintah daerah, segera memberikan penjelasan resmi atas persoalan ini. Bila memang PAM tidak lagi berfungsi, masyarakat berharap diberi opsi atau didorong untuk beralih ke sistem alternatif seperti sumur bor atau tandon air bantuan pemerintah.
“Kami minta tolong kepada pihak terkait, jangan diam saja. Kasihan masyarakat kecil, apalagi di bulan-bulan seperti ini kebutuhan air sangat tinggi,” tutup salah seorang tokoh masyarakat setempat.
Sampai berita ini diturunkan, pihak PAM Sungai Limau belum memberikan tanggapan resmi.
