
Selasa 17 Februari 2025, Pertemuan di Cafe Marina membahas tentang perdamaian dari ketiga suku Bugis, Serui, dan Buton dalam rangka perdamaian antar suku di kota Sorong Papua Barat daya dengan harapan bisa menciptakan perdamaian di sekitar Jembatan Puri.
Adapun hasil Musyawarah akan dilanjutkan mediasi di Polresta kota Sorong Pada Tgl 18/02/2025 Pukul 16.00 WIT keputusan akhir antar tokoh dari Bpk. Muh Amin selaku pihak korban akan mencabut Laporan dari pihak kepolisian dan pihak dari keluarga pelaku Bpk. Sirajudin sangat bersyukur dan berterimah kasih karena permasalahan ini tidak di perpanjang dan bisa di bicarakan secara kekeluargaan.
Dari ke 3 suku (Bugis, Buton, dan Serui) sepakat untuk membuat surat pernyataan apabila di kemudian hari salah–satu suku membuat kekacauan di sekitar Jembatan Puri maka pihak ketiga suku sepakat membawa pelaku ke ranah hukum.

Beberapa Tokoh yang turut hadir dan menyetujui adanya kesepakatan perdamaian tersebut.yaitu Bpk. Burhan Sakka selaku ketua Pemuda Pangkep Papua Barat Daya, Bpk. Tamsil Sundre, CPLE selaku Bendahara Pemuda Pangkep, Bpk.Haris Firdaus selaku Ketua Pasar Jembatan Puri,Bpk. Hamiadi selaku Kepala Suku Sulawesi Tenggara di Papua Barat Daya, Bpk. Pubelius Awarawai selaku Tokoh Serui Papua, Kakak Sero selaku Pemuda Serui Jembatan Puri dan Josepus Rouw selaku Ketua RT Jembatan Puri.
Berikut beberapa dokumentasi selama proses musyarawah berlangsung.

Tamsil Sundre, CPLE (Penulis)
Sorong, 18 Februari 2025
Bendahara Pemuda Pangkep
