Padang Pariaman– Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Batang Anai di Nagari Kasang, Kabupaten Padang Pariaman, menjadi sorotan setelah proses rehabilitasi senilai lebih dari Rp 1 miliar ternyata tidak dapat dimanfaatkan. Pihak kontraktor menggembok bangunan sekolah tersebut akibat belum dilunasinya pembayaran proyek, sehingga aktivitas belajar mengajar siswa terganggu.
Menurut informasi yang dihimpun, proyek rehabilitasi yang diharapkan mampu meningkatkan fasilitas pendidikan justru menjadi kendala besar bagi para siswa. Kepala sekolah, orang tua murid, dan tokoh masyarakat setempat menyatakan kekecewaan mereka atas kejadian ini.
“Kami sangat prihatin. Bangunan sekolah sudah selesai, tetapi anak-anak tidak bisa memanfaatkannya.
Akibat penggembokan tersebut, para siswa terpaksa belajar di tempat yang tidak memadai. Beberapa siswa bahkan harus belajar di tempat seadanya atau meminjam ruangan di sekolah lain. Hal ini mempengaruhi konsentrasi belajar mereka dan dikhawatirkan berdampak pada prestasi akademik.
“Kami berharap pemerintah segera menyelesaikan masalah ini. Jangan sampai anak-anak menjadi korban,
Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah daerah belum memberikan keterangan resmi terkait masalah ini. Masyarakat mendesak agar pemerintah segera turun tangan untuk menyelesaikan masalah ini demi kelancaran pendidikan anak-anak.
Kejadian ini menjadi perhatian serius di Padang Pariaman, mengingat pentingnya akses pendidikan yang layak bagi generasi muda. Apakah pemerintah daerah akan segera merespons? Semua pihak kini menunggu solusi konkret. tim
