Proyek gede realisasi minim. Masyarakat teriak dan minta pemkab turun kelokasi. 5 LSM bakal lapor Polda maupun kejaksaan.
Pembangunan jalan Desa Parit Banjar – Bakau Besar Darat yang nilainya segede Rp. 24 M 678 juta dari laci APBD Mempawah, dianggap masyarakat asal jadi tanpa mengikuti rincian bestek.

Pasalnya baru saja kemarin sore usai dikerjakan oleh PT Adian Teknik Natama, kini kondisi fisiknya sangat tidak karuan.
” Kami berharap pemerintah croscek langsung kelapangan agar tahu betul seperti apa kondis terkini hasil dari pembangunan jalan tersebut, ” pinta salah satu warga setempat yang menolak namanya dicantumkan.
Inventarisir data dilapangan, sesuai dokumentasi Poto yang di jepret oleh personil Awi, memperlihatkan bahwa pekerjaan jalan yang baru seumur jagung dibangun sudah mengalami keretakan, mengingat fisiknya agak rapuh.
” Coba lihat ini, kata Tim Aliansi Wartawan Indonesia, sambil memperlihatkan gambar lokasi, disitu banyak keretakan keretakan disisi pinggir maupun badan jalan. Kalau ini tidak cepat diatasi justru akan menimbulkan lobang lobang yang besar, ” terang Gautama sambil menarik rokok dikantongnya yang sisa sebatang.
Bina Marga , tambah Gautama, harus memanggil pelaksana sebelum Tim kami menjadikan ini sebagai laporan resmi ke Polda dan kejaksaan. ” Bina marga jangan cuma diam cepat ambil tindakan agar tidak melebar kemana mana, ” ucapnya. (Tim)
