Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) “Seakan Memberi Pesan bahwa mereka mendapatkan dukungan dari para Penguasa”.

Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Beberapa Kabupaten di Kalimantan Barat diduga semakin Subur dan Marak. Penambangan illegal itupun dijadikan ladang sejumlah pihak untuk meraup keuntungan memperkaya diri.

 

Jika dipantau secara seksama, giat PETI itu tak kalah hebat dengan usaha industri lainnya, bahkan dapat dikatakan, pergerakan aktivitas PETI tidak lebih masif dan terorganisir seperti usaha perkebunan sawit dan usaha pertambangan bauksit yang ada. Aktivitas mereka terekam menyebar di Kalbar

 

Seperti tak memiliki efek jera, mereka terus bekerja dan membuka lahan PETI baru. Alat-alat berat seperti exavator didatangkan dan pekerja yang terampil dari dalam daerah maupun luar daerah dihadirkan. Padahal penertiban dari aparat hukum selalu ada dan bahkan belum lama ini dilakukan.

 

Jika tertangkap bahkan terjadi musibah di lokasi PETI sekalipun, mereka tidak perduli dan mereka seakan mengembalikan persoalan yang menimpa pada teman-teman adalah sebuah nasib semata.

 

Selain itu sebagai penyemangat, pelaku PETI seakan memberi pesan bahwa mereka mendapatkan dukungan dari para penguasa yang berkuasa dengan syarat ‘Sesajen’ yang cukup. Sehingga membuat mereka (para pelaku) penambang illegal semakin yakin ‘Aman’ dalam menjalankan usaha Ilegalnya.

 

Kalaupun terjadi penertiban dan penangkapan, sejumlah pihak berupaya, semua itu harus dapat terkondisikan. Biarlah para pekerja yang menjadi sakit namun para cukong harus tetap bebas sehingga remote kendali aktivitas PETI harus tetap berlanjut.

 

Sumber (Div. Humas Kalbar)

Muhammad Najib

 

Z