
KAYUAGUNG — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, terus dievaluasi. Pemantauan dilakukan untuk memastikan penanganan di lapangan berjalan efektif sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi petugas.
Kegiatan pemantauan dan tindak lanjut penanganan karhutla berlangsung di wilayah Desa Sungai Bungin, Kecamatan Pangkalan Lampam, Kabupaten OKI, Minggu (27/9/2026). Kegiatan diawali apel di Polsek Pangkalan Lampam sekitar pukul 08.00 WIB yang dipimpin Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (Karoada) Karoada B/J) Staf Logistik Kepolisian Negara Republik Indonesia Brigadir Jenderal Polisi Hery Santoso, S.I.K., M.H.
Dalam kegiatan tersebut, Karoada bersama rombongan melakukan pemantauan terhadap penanganan karhutla sekaligus melihat secara langsung kondisi medan di lapangan. Evaluasi mencakup kegiatan penanganan yang telah berjalan, termasuk berbagai kendala terkait sarana dan prasarana yang dibutuhkan personel.
Waka Polres OKI Kompol Hamsal, S.H., M.H., turut hadir bersama Camat Pangkalan Lampam, personel TNI/Babinsa Pampangan dan Pangkalan Lampam, personel BKO Samapta Polda Sumsel, BKO Brimob Polda Sumsel, serta Manggala Agni.
Pemantauan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antarlembaga dalam penanganan karhutla di wilayah Kabupaten OKI. Kondisi medan, dukungan peralatan, serta kebutuhan personel menjadi bagian yang dievaluasi untuk memastikan respons terhadap karhutla dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.
Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan sinergi seluruh unsur yang terlibat.
“Penanganan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Sinergi Polri, TNI, pemerintah daerah, Manggala Agni, dan seluruh unsur terkait sangat diperlukan agar setiap kejadian dapat segera ditangani dan tidak berkembang lebih luas,” ujar Eko.
Ia menambahkan, keselamatan personel tetap menjadi perhatian utama dalam setiap pelaksanaan tugas, khususnya ketika petugas menghadapi kondisi medan yang sulit dijangkau.
Melalui pemantauan dan evaluasi secara langsung, berbagai kendala yang ditemukan di lapangan diharapkan dapat segera ditindaklanjuti. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat penanganan karhutla di Kabupaten OKI agar berlangsung efektif, terukur, dan berkesinambungan.
