Pemprov Kalbar Siapkan Anggaran Perbaikan Dermaga Penyeberangan Desa Parit Sarim– Sungai Nipah

Kubu Raya, 20 September 2026

Alhamdulillah, akhirnya kami sudah sampai di Kecamatan Teluk Pakedai bersama Bapak Muh. DARWIS .SH.M.Kn dan rekan-rekan. UJar Bapak H.SUJIWO.SE.M.Sos selaku Bupati Kubu Raya.

Kedatangan kami bersama rekan-rekan di lokasi ini untuk meninjau langsung sarana vital penyeberangan Desa Parit Sarim-Sungai Nipah yang mengalami kerusakan cukup serius, untuk segera ditindak lanjuti langkah perbaikannya, ujar Bapak H.SUJIWO.SE.M.Sos selaku Bupati Kubu Raya.

DPRD Provinsi Kalimantan Barat  dari Fraksi PDI Perjuangan Bapak Muh.DARWIS.SH.M.Kn pastikan alokasi anggaran masuk dalam APBD Perubahan. Hal ini disampaikan kepada awak media dilapangan dengan didampingi oleh Bapak Bupati Kubu  Raya Bapak H.SUJIWO.SE.M.Sos

Pengerjaan disarankan menggunakan struktur cor beton guna mengantisipasi genangan air payau.

Komitmen pemerintah dalam meningkatkan konektivitas dan infrastruktur wilayah kembali direalisasikan.

‎Bapak Muh.DARWIS.SH.M.Kn  selaku salah satu anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat bersama Bupati Kubu Raya, Bapak H.SUJIWO.SE.M.Sos melakukan peninjauan langsung ke titik lokasi pelataran atau penumpukan yang menjadi akses vital dermaga penyeberangan antara Desa Parit Sarim dan Sungai Nipah, Kecamatan Teluk Pakedai, Kabupaten Kubu Raya.

​Dalam peninjauan lapangan tersebut, terungkap bahwa rencana perbaikan pelataran dan infrastruktur pendukung dermaga penyeberangan ini telah masuk dan dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Provinsi Kalimantan Barat.

Terkait pelataran atau lapangan penumpukan ini yang merupakan kewenangan pemerintah provinsi, puji tuhan berdasarkan informasi dari Muh. DARWIS.SH.M.Kn  selaku anggota DPRD Provinsi Kalbar, serta Dinas Perhubungan Provinsi, pembangunannya sudah dianggarkan di APBD Perubahan,” ujar Bapak H.SUJIWO.SE.M.Sos

Rekomendasi Konstruksi Tahan Genangan

‎​Mengingat karakteristik geografis lokasi peninjauan yang memiliki potensi tinggi terhadap genangan air, terutama genangan air payau, pihak pengamat lapangan memberikan catatan khusus terkait metode teknis pengerjaan.

Penggunaan konstruksi aspal dinilai kurang efektif karena rentan rusak akibat genangan air yang bersifat asin.

‎​Oleh karena itu, pengerjaan konstruksi disarankan menggunakan material cor beton dengan elevasi ketinggian yang disesuaikan. Langkah ini dinilai lebih tahan lama dan mampu menjadi solusi jangka panjang bagi aktivitas mobilitas warga yang melintasi jalur penyeberangan tersebut.

Dengan telah dianggarkannya proyek ini pada APBD Perubahan, warga Desa Parit Sarim dan Sungai Nipah diharapkan dapat segera menikmati fasilitas penyeberangan yang lebih layak, aman, dan lancar guna menunjang perekonomian serta aktivitas harian masyarakat setempat.

‎Sumber Berita: Laporan Tim Awak Media

Editor: ABAHM.Asruf.Az.SE#perskpknews.com