Keributan Lomba Mancing Berujung Damai: Panitia di Jalan Berkat Usaha Sepakat Kembalikan Uang Pendaftaran 100 Persen

RENGAS KAPUAS, 30  Agustus 2026

‎Ajang perlombaan memancing ikan lele yang digelar di Jalan Berkat Usaha, Dusun Jeruk RT.001/001, Desa Rengas Kapuas, diwarnai kericuhan dan kesalahpahaman antara peserta dan pihak panitia.

‎Kericuhan yang sempat memicu kemarahan peserta tersebut akhirnya berujung damai setelah Ketua Panitia secara terbuka mengakui kelalaian dan sepakat mengembalikan seluruh uang pendaftaran.

‎Lomba mancing yang menggunakan sepanjang kurang lebih 700 meter jalur pemancingan ini menarik antusiasme tinggi dari masyarakat, terbukti dengan terjualnya sebanyak 1.875 nomor tiket.

‎Hadiah utama yang disiapkan pun cukup menggiurkan, yakni 1 unit sepeda motor Vario 135 cc dan 1 unit Honda Beat 115 cc.

‎Berdasarkan kronologis kejadian, kegiatan dimulai pada Hari Minggu, 23 Agustus 2026 pukul 13.00 WIB dengan pembacaan aturan perlombaan. Sekira pukul 13.20 WIB, panitia menebar ikan lele konsumsi di 134 titik sebar menggunakan mobil pick-up Grand Max.

‎Setiap titik diisi satu ember bekas cat berukuran 20 kg yang berisi sekitar 40 ekor ikan lele dengan berat total kurang lebih 5 kg. Lomba kemudian resmi dimulai setelah ditandai dengan bunyi petasan mercun tembak.

‎Pertandingan awalnya berjalan aman dan kondusif. Namun, suasana mulai memanas pada pukul 15.00 WIB ketika panitia melanjutkan penebaran ikan lele kategori JACKPOT. Menurut informasi panitia, lele jackpot tersebut dikemas dalam karung dengan berat masing-masing sekitar 6 kg per ekor.

‎Menjelang pukul 15.30 WIB, sejumlah peserta mendatangi posko panitia yang berada di depan rumah Haji Umar sambil membawa 14 karung berisi ikan lele jackpot. Para peserta melayangkan protes keras lantaran berat ikan di dalam karung tersebut tidak sesuai dengan janji awal panitia yaitu 6 kg per ekor.

‎Akibat banyaknya peserta yang memadati posko untuk melayangkan komplain, panitia terpaksa menghentikan sementara jalannya lomba.

‎Ketua Panitia, Markuat, kemudian maju memberikan penjelasan dan menenangkan massa. Dengan berjiwa besar, Markuat mengakui kesalahannya dan menyatakan diri masih pemula dalam penyelenggaraan acara serupa.

‎Ia berjanji akan mengganti 14 karung ikan lele jackpot tersebut dengan berat yang sesuai, disaksikan langsung oleh seluruh peserta. Para peserta pun akhirnya menerima penjelasan tersebut dan bersedia menunggu selama satu jam.

‎Namun, situasi kembali tegang pada pukul 15.40 WIB. Secara tiba-tiba, salah seorang panitia bernama Nasir membunyikan mercun tembak. Dua menit berselang, para peserta kembali mendatangi posko untuk mempertanyakan maksud bunyi mercun tersebut di tengah situasi yang belum kondusif.

‎Sayangnya, saat itu sebagian besar panitia tidak berada di tempat dan hanya menyisakan Ketua Panitia, Markuat, didampingi oleh aparat Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang berjaga di lokasi.

‎Merasa curiga dan kecewa atas kelalaian panitia yang meninggalkan posko, massa yang emosi menuntut pengembalian uang pendaftaran sebesar Rp100.000 per orang karena merasa telah dicurangi.

‎Menanggapi tuntutan tersebut, pada pukul 15.55 WIB, Ketua Panitia Markuat yang didampingi Bendahara Panitia, Ali, mengambil keputusan tegas. Pihak panitia menyatakan akan mengembalikan uang pendaftaran 100% sebesar Rp100.000 kepada seluruh peserta pemancing.

‎Panitia meminta waktu tenggang selama satu minggu terhitung sejak hari ini, Minggu, 30 Agustus 2026.

‎Keputusan tersebut diterima dan disetujui oleh para peserta pemancing setelah dilakukan pencatatan resmi terkait pengembalian dana penuh.

‎Situasi berangsur kondusif, dan pada pukul 17.00 WIB para peserta mulai membubarkan diri dan meninggalkan lokasi pemancingan dengan tertib. Pihak panitia secara resmi telah menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas insiden kesalahpahaman ini.

‎Sumber Berita: Ketua Panitia Lomba

‎Editor/Pemuat Berita: Abah M.Asruf Azis.SE#perskpknews.com