PERINGATAN MAULID NABI DI MESJID JIHAD KABUN MENGGEMA! TABLIGH AKBAR KUPAS “ADAT BASANDI SYARAK, SYARAK BASANDI KITABULLAH” — PESAN KERAS UNTUK GENERASI MUDA

Padang Pariaman 23 AGUSTUS 2026 — Malam penuh nuansa religius dan adat Minangkabau mewarnai Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Mesjid Jihad Kabun, Minggu malam, 23 Agustus 2026.
Dalam momentum penuh makna tersebut, Mesjid Jihad Kabun menggelar Tabligh Akbar dan Kajian Adat Minangkabau bersama Musra Dahrizal, Katik Rajo Mangkuto, dengan mengangkat tema besar:

“ADAT BASANDI SYARAK, SYARAK BASANDI KITABULLAH — IMPLEMENTASI DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT, TERUTAMA KAUM MUDA.”
Kegiatan ini bukan sekadar peringatan Maulid Nabi. Lebih dari itu, menjadi momentum untuk mengajak masyarakat kembali memahami akar nilai kehidupan orang Minangkabau yang menjadikan agama dan adat sebagai fondasi dalam membangun kehidupan bermasyarakat.
Di tengah perubahan zaman dan derasnya pengaruh teknologi serta media sosial, generasi muda menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Karena itu, nilai-nilai agama, adat, sopan santun, tanggung jawab, dan penghormatan kepada orang tua dinilai perlu terus ditanamkan.
ADAT DAN AGAMA JANGAN HANYA JADI SEMBOYAN
Ungkapan “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” memiliki pesan mendalam. Nilai tersebut tidak cukup hanya diucapkan dalam berbagai kegiatan adat, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.
<span;>Kaum muda diharapkan mampu menjadikan ajaran agama sebagai pedoman dalam pergaulan, menjaga kehormatan diri dan keluarga, menghormati orang tua, membangun kepedulian sosial serta menggunakan teknologi dan media sosial secara bijak.
Kajian tersebut juga menjadi pengingat bahwa kemajuan zaman tidak boleh membuat generasi muda kehilangan identitas dan jati dirinya.
<span;>Modern boleh, tetapi adat dan akhlak jangan hilang!
MENGHIDUPKAN KEMBALI JATI DIRI GENERASI MUDA

Melalui kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, Mesjid Jihad Kabun diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan umat, pendidikan karakter dan penguatan nilai-nilai adat serta agama.
<span;>Generasi muda merupakan pewaris masa depan. Jika mereka memiliki ilmu, iman, akhlak dan memahami adat budayanya, maka masa depan masyarakat akan memiliki fondasi yang kuat.
Sebaliknya, jika generasi muda kehilangan pegangan agama dan akar budayanya, kemajuan zaman justru dapat menjadi tantangan besar bagi kehidupan sosial.
Karena itu, pesan yang digaungkan dalam Tabligh Akbar ini menjadi sangat relevan:“Jangan sampai generasi muda mengenal dunia begitu luas, tetapi lupa mengenal jati dirinya sendiri.”
<span;>Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Mesjid Jihad Kabun akhirnya menjadi momentum untuk kembali menghidupkan semangat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah dalam kehidupan nyata.
Bukan hanya slogan di spanduk. Bukan hanya ucapan dalam acara adat. Tetapi harus menjadi akhlak, perilaku dan pedoman hidup sehari-hari.
Dari Mesjid Jihad Kabun, pesan itu menggema: agama menjadi landasan, adat menjadi identitas, akhlak menjadi kekuatan, dan generasi muda menjadi penentu masa depan.
MEDIA PERS KPK NEWS INDONESIA
Terpercaya dan Aktual