GUNUNGSITOLI – Pers kpk Tipikor news — Kepala Kepolisian Resor Nias AKBP Agung S.D.C., S.Psi., M.Psi., Psi., M.K.P., yang diwakili oleh Kabag Ops, AKP Ya’aro Lase, menghadiri Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026 Kota Gunungsitoli. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di Halaman Kantor Walikota Gunungsitoli pada Rabu (20 Mei 2026) pagi pukul 08.00 WIB.
Walikota Gunungsitoli, Sowa’a Laoli, S.E., M.Si., bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara. Sementara itu, bertugas sebagai Perwira Upacara adalah Danramil Kota Gunungsitoli, Kapten Cpl Sahri Damanik, dan Komandan Upacara dipercayakan kepada Kanit Regident Sat Lantas Polres Nias, IPDA Mustika P. Sembiring, S.H.

Dalam amanatnya, Walikota Gunungsitoli membacakan pidato tertulis yang menekankan relevansi tema tahun ini, yaitu “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”.
“Tema ini merepresentasikan semangat menjaga Ibu Pertiwi oleh seluruh elemen bangsa untuk bergerak maju bersama melalui perlindungan para tunas bangsa. Kemajuan sebuah negara tidak ditentukan oleh bantuan pihak lain, melainkan oleh keteguhan hati rakyatnya untuk bersatu dalam satu visi besar,” ujar Sowa’a Laoli di hadapan peserta upacara.
Walikota juga menegaskan pentingnya kemandirian nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap amanat para pendiri bangsa demi menjaga kedaulatan NKRI.

Upacara ini menjadi potret sinergitas antarinstansi di wilayah hukum Polres Nias. Selain Kabag Ops Polres Nias, hadir juga sejumlah pejabat lainnya, di antaranya: Kasdim 0213/Nias, Mayor Inf Elifati Zebua, Sekda Kota Gunungsitoli, Andhika P. Laoly, SSTP., M.Si., CGCAE., beserta para Kepala Dinas dan jajaran staf, Anggota DPRD Kota Gunungsitoli, Perwakilan Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri Gunungsitoli, Kepala Basarnas Nias (Putu Arga Sujarwadi, S.H., M.M.), para pimpinan BUMN/BUMD, serta Personel TNI/Polri.

Kehadiran personel Polres Nias, khususnya IPDA Mustika P. Sembiring sebagai Komandan Upacara, menunjukkan peran aktif Polri dalam mendukung setiap agenda besar kenegaraan di wilayah Kepulauan Nias guna memupuk semangat nasionalisme dan menjaga kondusivitas keamanan masyarakat.
Hingga upacara berakhir, situasi terpantau aman, tertib, dan penuh khidmat.
Sumber : Humasresnias.
f. gulo.
