Kajari Pasaman Beri Penghargaan untuk Dona Lubis, Bidan Desa yang Viral Berenang Selamatkan Pasien

Pasaman, Sumatera Barat — Senin, 5 Agustus 2025
Sebuah momen haru dan penuh inspirasi terjadi di Kantor Kejaksaan Negeri Pasaman, saat Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pasaman, Sobeng Suradal, SH, MH, secara resmi mengundang dan memberikan penghargaan kepada Dona Lubis, seorang bidan desa yang viral karena aksi heroiknya menyeberangi sungai demi menyelamatkan nyawa pasiennya.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Sobeng Suradal mengapresiasi tindakan mulia Dona yang rela mempertaruhkan nyawa demi memberikan pelayanan kesehatan di daerah terpencil. Dona diketahui nekat berenang melintasi sungai berarus deras di Kejorongan Sinuangon, Nagari Cubadak Barat, Kabupaten Pasaman, demi mengobati pasien yang menderita Tuberkulosis (TBC).

“Atas nama pribadi dan jajaran Kejari Pasaman, saya sangat bangga atas ketulusan dan keberanian Ibu Dona. Teruslah berbuat kebaikan kepada sesama. Kerja tulus, ikhlas, dan melayani dengan hati,” pesan Sobeng dalam sambutannya saat menyerahkan piagam penghargaan dan tali kasih kepada Dona Lubis.

Aksi nekat Dona terjadi pada Jumat, 1 Agustus 2025 lalu. Ia menempuh perjalanan sejauh 26 kilometer dari kediamannya di Jorong Setia, Nagari Simpang Tonang Selatan, Kecamatan Dua Koto. Saat itu, akses jembatan yang biasa digunakan warga telah putus total akibat cuaca ekstrem. Tanpa ragu, Dona memutuskan untuk berenang menyeberangi sungai demi bisa sampai ke rumah pasiennya.

“Setelah pulang dari pelatihan di Pekanbaru, saya langsung berangkat. Walaupun hujan dan medan sulit, saya tahu pasien saya butuh pertolongan. Saya harus datang,” ujar Dona dengan mata berkaca-kaca saat menceritakan ulang pengalamannya. Ia juga menambahkan bahwa mantel hujan yang dikenakannya terpaksa dilepas dan dibungkus agar tidak basah, lalu ia nekat masuk ke sungai dengan baju yang akhirnya basah kuyup.

Video momen heroik Dona sempat direkam warga dan viral di media sosial. Aksi itu pun menuai pujian dari masyarakat luas. Meski demikian, Dona berharap agar kejadian serupa tidak perlu terjadi lagi. Ia menekankan pentingnya perbaikan infrastruktur, khususnya fasilitas jembatan dan akses layanan kesehatan di wilayah pedalaman seperti Kejorongan Sinuangon dan Batang Kundur yang kini terisolasi dan dihuni oleh sekitar 150 kepala keluarga.

Sobeng Suradal turut menyampaikan kekagumannya terhadap semangat pengabdian Dona Lubis. “Keren ini si Ibu Bidan. Inilah bentuk nyata dari dedikasi dan tanggung jawab profesi. Melayani bukan hanya dengan keterampilan, tapi dengan hati nurani. Salut saya sama Ibu,” tegasnya.

Kisah Dona Lubis menjadi simbol harapan dan dedikasi tanpa batas dari tenaga kesehatan di pelosok negeri, sekaligus cermin nyata dari semangat melayani yang sejati.