Pekanbaru, 2 Juni 2025 – Dalam semangat menjaga kebhinekaan dan mempererat persatuan bangsa, sejumlah elemen masyarakat lintas organisasi berkumpul dalam acara Silaturahmi Lintas Elemen Bangsa yang digelar di RA Kopi Aren, Jalan Sri Palas, Rumbai, Kota Pekanbaru, Senin pagi. Kegiatan ini diinisiasi oleh Ketua Forum Toleransi Kerukunan Umat Beragama (FTKUB), H.T. Rusli Ahmad, S.H., M.H., bersama Ketua Forum Keberagaman Nusantara (FKN), Tuanku Alamsyah Arif Rahmansyah Marbun.
Mengusung tema “Silaturahmi Lintas Elemen Bangsa”, kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat dialog antar komunitas, tokoh masyarakat, aktivis, organisasi pekerja, hingga pimpinan adat, untuk bersama-sama merajut kembali semangat kebangsaan dalam bingkai persatuan.
Forum yang Menguatkan Keberagaman
Dalam sambutannya, Ketua FKN Tuanku Alamsyah menyampaikan bahwa keberagaman adalah kekuatan utama bangsa ini.
“Alhamdulillah, saya bersyukur bisa hadir bersama sahabat-sahabat lintas elemen bangsa. Ini adalah napak tilas sejarah sekaligus komitmen kita untuk merawat warisan nilai-nilai kebangsaan. Justru dari perbedaan kita membangun Indonesia yang kuat dan bermartabat,” ujarnya.
Dialog kebangsaan kemudian berlangsung hangat dan dinamis, membahas tantangan merawat persatuan di tengah perbedaan suku, agama, dan budaya. Suasana akrab juga terlihat dalam sesi makan siang bersama yang mempererat hubungan lintas elemen.

SPSI: Membangun Indonesia Lewat Keadilan dan Sejarah
Ketua SPSI Provinsi Riau, Nursal Tanjung, yang hadir sebagai tokoh buruh, turut menyampaikan pandangannya soal pentingnya menghargai sejarah bangsa. Ia menyebut, kemerdekaan Indonesia adalah hasil perjuangan seluruh elemen masyarakat, bukan segelintir kelompok.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah. Kemerdekaan ini ditebus oleh darah para pejuang—petani, ulama, pedagang, ibu rumah tangga, pelajar, habib, sultan, hingga raja—semua bersatu tanpa merasa lebih tinggi satu sama lain,” tegas Nursal.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan pekerja dalam pembangunan nasional, serta menyerukan agar Provinsi Riau mendapat porsi pembangunan yang adil sebagaimana wilayah lain di Indonesia.
“Riau telah memberikan kontribusi besar bagi Indonesia, dari sumbangan emas Sultan Syarif Kasim II hingga kekayaan minyak bumi. Sudah sepantasnya Riau mendapat perhatian setara. SPSI siap bergabung bersama FKN dalam memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan bangsa,” tambahnya.
Kolaborasi Lintas Tokoh dan Organisasi
Acara ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya:
- Tuanku Alamsyah Arif Rahmansyah Marbun – Ketua Umum FKN
- H.T. Rusli Ahmad, S.E., M.M. – Ketua Umum FTKUB
- Tengku Muhammad Nazir – Sultan Siak XIII
- Datuk Arfizal Anjo, M.Si. – Panglima Tinggi Penggawa Melayu Riau
- Nursal Tanjung – Ketua DPD Konfederasi SPSI Riau
Keberagaman sebagai Aset Bangsa
Hadirnya berbagai tokoh dari latar belakang berbeda menegaskan bahwa keberagaman bukanlah ancaman, melainkan modal utama membangun masa depan Indonesia yang inklusif, adil, dan bermartabat.
“Marilah kita mulai menghargai diri sendiri, memahami sejarah, dan menyatu dalam semangat kebangsaan. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah,” tutup Nursal Tanjung dengan penuh semangat.
Reporter Tina
