Padang Pariaman , 29 Mei 2025 — Sebuah penemuan mengejutkan terjadi di rumah kontrakan milik seorang warga bernama Teta (50 tahun), setelah ia membuka paksa rumah yang disewakan kepada seorang pria berinisial AB (40 tahun). Tindakan itu dilakukan lantaran AB telah menunggak sewa selama tiga bulan tanpa memberi kabar atau penjelasan.
Pemilik rumah menemukan tiga unit sepeda motor dalam kondisi telah dibongkar, mulai dari bodi hingga bagian mesin. Selain itu, di antara peralatan otomotif yang berserakan, ditemukan juga plastik kecil dan bekas alat hisap, yang diduga terkait dengan penyalahgunaan narkoba jenis sabu.
Tokoh utama dalam kejadian ini adalah AB (40 tahun), yang disebut-sebut sebagai penyewa kontrakan. Informasi dari warga menyebut AB dikenal sebagai sosok tertutup, jarang bergaul, dan kerap beraktivitas saat malam hari. Korban yang diduga telah tertipu oleh AB rata-rata merupakan remaja usia 13–20 tahun, bahkan ada yang berasal dari daerah Lubuk Alung.
Kasus ini mulai mencuat setelah pemilik rumah membuka pintu kontrakan secara sepihak, dan temuan mencurigakan itu terjadi pada akhir Mei 2025, tepatnya sebelum laporan resmi disampaikan ke pihak berwenang.
Peristiwa ini terjadi di rumah kontrakan milik Teta, yang disewakan kepada AB. Lokasinya berada di kawasan Padang, namun beberapa korban disebut berasal dari luar daerah seperti Lubuk Alung.
Warga menduga bahwa AB menjalankan modus operandi berkedok bengkel cat variasi motor, padahal aktivitas sebenarnya mengarah pada jaringan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan peredaran narkoba. Salah satu kejanggalan yang disoroti warga adalah saat BPKB milik korban malah dititipkan ke bank, alih-alih menyelesaikan pekerjaan motor korban.
Mendapati laporan tersebut, Tim KPK Tipikor News segera mendatangi lokasi dan mulai menelusuri identitas AB. Berdasarkan keterangan warga, AB diduga sebagai “pemain lama” dengan jam terbang tinggi antara Batam dan Padang. Ia juga dicurigai beroperasi dalam jaringan narkoba dan curanmor, menyasar remaja dan anak-anak sekolah sebagai korban.
Hingga berita ini diturunkan, AB masih belum diketahui keberadaannya. Pihak kepolisian dan tim KPK Tipikor terus mengembangkan penyelidikan, termasuk mendalami motif dan kemungkinan keterlibatan jaringan lebih besar di balik aksi-aksi mencurigakan AB.
Masyarakat diimbau waspada, terutama orang tua, untuk mengawasi anak-anak dari interaksi mencurigakan yang berkedok bengkel atau aktivitas motor malam hari. Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa kejahatan bisa bersembunyi di balik profesi yang tampak wajar.
