Pesona Budaya yang Tak Lekang oleh Waktu Tabuik Urang Pariaman

### Tabuik Pariaman: Pesona Budaya yang Tak Lekang oleh Waktu

**Pariaman, 16 Juli 2024** – Pariaman, sebuah kota di pesisir barat Sumatera Barat, kembali bersiap untuk menggelar tradisi budaya yang telah menjadi ikon daerah ini: Tabuik. Festival yang selalu dinanti-nantikan ini tidak hanya menarik perhatian warga lokal, tetapi juga para wisatawan dari berbagai penjuru dunia yang ingin menyaksikan kemegahan dan keunikan upacara adat tersebut.

Tabuik adalah perayaan yang dilakukan oleh masyarakat Pariaman untuk memperingati peristiwa Asyura, yaitu hari kesepuluh dalam bulan Muharram pada kalender Islam, yang memperingati wafatnya cucu Nabi Muhammad, Husain bin Ali, di Karbala. Tradisi ini dibawa oleh orang-orang keturunan India pada abad ke-19 dan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Pariaman.

Prosesi Tabuik dimulai dengan pembuatan dua tabuik yang berbentuk menara atau menara miniatur dengan ketinggian sekitar 15 meter. Tabuik-tabuk ini dihiasi dengan warna-warni kain dan ornamen indah yang melambangkan sosok Buraq, makhluk dalam mitologi Islam yang digambarkan sebagai makhluk bersayap dengan tubuh kuda dan kepala manusia. Pembuatan tabuik melibatkan banyak orang dan memakan waktu berminggu-minggu, menunjukkan semangat gotong royong dan kebersamaan warga Pariaman.

Puncak acara Tabuik adalah saat kedua tabuik diarak keliling kota dengan iringan musik tradisional dan sorakan semangat warga. Suasana kota Pariaman berubah menjadi lautan manusia yang penuh dengan kegembiraan dan antusiasme. Semua orang, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, turut serta dalam prosesi ini. Ketika malam tiba, kedua tabuik kemudian dibuang ke laut, sebuah simbol pengusiran nasib buruk dan harapan akan datangnya berkah.

Walikota Pariaman, H. Mardison Mahyuddin, SE, menyatakan bahwa tradisi Tabuik adalah warisan budaya yang sangat berharga dan perlu dilestarikan. “Tabuik adalah identitas Pariaman yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang. Melalui perayaan ini, kita tidak hanya mengenang sejarah dan budaya, tetapi juga mempererat tali persaudaraan di antara kita,” ujarnya.

Festival Tabuik juga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Selama perayaan, banyak pedagang yang menjual berbagai jenis makanan, pakaian, dan suvenir khas Pariaman. Hotel dan penginapan pun penuh oleh wisatawan yang datang untuk menyaksikan kemegahan acara ini. Hal ini menjadi salah satu momen penting bagi masyarakat Pariaman untuk mempromosikan potensi pariwisata daerahnya.

Bagi para wisatawan, Tabuik tidak hanya sekedar festival, tetapi sebuah pengalaman budaya yang mendalam. Mereka dapat merasakan kehangatan dan keramahan masyarakat Pariaman serta belajar tentang sejarah dan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi ini. Tak heran jika Tabuik selalu menjadi daya tarik utama yang membuat Pariaman dikenal luas di kancah nasional maupun internasional.

Dengan semangat yang terus menggelora, Tabuik Pariaman 2024 diharapkan dapat menjadi momen yang tak terlupakan dan terus mengukir sejarah dalam lembaran budaya Indonesia. Bagi yang ingin merasakan langsung keajaiban tradisi ini, Pariaman adalah destinasi yang tak boleh dilewatkan.