Proyek Wisata Waterpark di Desa Air Sempiang, Kabupaten Kepahiang Mengalami Kendala Serius

 

**Kepahiang, 3 Juli 2024** –

Proyek pembangunan waterpark di Desa Air Sempiang, Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang yang dianggarkan dengan nilai fantastis sebesar Rp15 miliar pada tahun 2021 dan 2022, hingga kini belum selesai. Proyek pariwisata yang diharapkan dapat menjadi destinasi wisata unggulan ini mengalami berbagai kendala serius yang mengakibatkan pembangunannya mangkrak dan infrastruktur yang sudah terbangun mengalami kerusakan.

Pada awalnya, proyek waterpark ini digadang-gadang akan membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat melalui peningkatan sektor pariwisata. Namun, kenyataannya berbanding terbalik. Hingga pertengahan tahun 2024, progres pembangunan waterpark ini masih jauh dari selesai. Bahkan, bangunan-bangunan yang sudah dibangun mulai mengalami kerusakan akibat tidak terurus dan tidak dipergunakan.

“Saya Rizal Wajo SH Ketua Kpk Tipikor News  sangat kecewa dengan kondisi ini. Harapan kami untuk memiliki destinasi wisata baru yang dapat menarik wisatawan dan meningkatkan pendapatan daerah pupus sudah,” ujar salah satu warga Desa Air Sempiang yang enggan disebutkan namanya.

Pemerintah Kabupaten Kepahiang pun mendapat sorotan tajam dari berbagai pihak terkait ketidakmampuan mereka menyelesaikan proyek ini tepat waktu. Selain itu, alokasi anggaran yang sangat besar dinilai tidak efektif dan efisien karena hasilnya tidak sesuai dengan harapan.

Ketua DPRD Kabupaten Kepahiang, Ahmad Fauzan, mengungkapkan keprihatinannya terhadap proyek yang tidak kunjung selesai ini. “Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek ini dan menindaklanjuti penyebab keterlambatan serta kerusakan yang terjadi. Proyek ini tidak boleh sia-sia karena dana yang digunakan adalah uang rakyat,” tegasnya.

Saat ini, masyarakat berharap ada tindakan nyata dari pemerintah daerah untuk menyelesaikan permasalahan ini. Mereka menginginkan proyek waterpark ini segera diselesaikan agar dapat dimanfaatkan dan memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar.

Proyek pariwisata yang mangkrak seperti ini diharapkan menjadi pelajaran penting bagi pemerintah daerah dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek di masa depan. Transparansi, akuntabilitas, dan pengawasan yang ketat sangat diperlukan agar proyek-proyek yang menggunakan dana besar benar-benar dapat bermanfaat bagi masyarakat luas. Rizal Wajo SH