Site icon KPK TIPIKOR NEWS

AUDIENSI ALIANSI KERABAT MELAYU KALIMANTAN BARAT DENGAN YANG MULIA SRI BAGINDA SULTAN YANG KE IX ISTANA KADRIAH KESULTANAN PONTIANAK Syarif Melvin Alkadrie, S.H., M.E

Pontianak, 01 September 2026

Suasana khidmat dan penuh keakraban mewarnai pertemuan antara jajaran pengurus Aliansi Kerabat Melayu Kalimantan Barat dengan Yang Mulia Sri Baginda Sultan Pontianak IX, Sultan Syarif Melvin Alkadrie, S.H., M.E., di Istana Kadriyah Kesultanan Pontianak.

Audiensi ini menjadi momentum strategis dalam mempererat sinergi antara lembaga adat dan pemangku takhta kesultanan untuk menjaga kelestarian budaya serta marwah masyarakat Melayu di Bumi Khatulistiwa.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan Aliansi Kerabat Melayu Kalbar menyampaikan maksud kedatangan mereka, yakni melaporkan eksistensi organisasi sekaligus meminta arahan, nasihat, dan bimbingan langsung dari Sultan Pontianak IX selaku pimpinan adat tertinggi.

Diskusi berfokus pada pentingnya menjaga persatuan, melestarikan nilai-nilai tradisi luhur, serta menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan akar budaya Melayu.

Menanggapi kunjungan tersebut, Sultan Syarif Melvin Alkadrie menyambut baik kehadiran Aliansi Kerabat Melayu Kalbar.

 

Beliau berpesan agar organisasi kemasyarakatan dan aliansi adat senantiasa menjadi garda terdepan dalam merawat kerukunan, menjunjung tinggi adab, serta berperan aktif dalam pembangunan sosial dan kultural di Kalimantan Barat.

“Kesultanan Pontianak senantiasa terbuka bagi siapa saja yang bertekad menjaga marwah dan kebudayaan Melayu dengan landasan persatuan,” ujar Sultan.

 

Selain berdiskusi mengenai kebudayaan, pertemuan ini juga membahas rencana kolaborasi program kebudayaan ke depan, termasuk pelestarian situs-situs bersejarah, edukasi adat istiadat kepada generasi muda, serta penguatan peran tokoh adat Melayu di tengah masyarakat modern.

 

Sultan Melvin juga menyampaikan pesan kepada Para Panglima Aliansi Melayu Bersatu Kalbar, untuk bersabar dan menahan diri atas adanya isu yang berkembang di Kalbar baru baru ini khususnya di Kota Pontianak, oleh segolongan kecil kelompok etnis tertentu yang sempat meresahkan warga Kota Pontianak.

 

Allhamdulilah masalah ini segera dapat diatasi oleh APH Kota Pontianak, serta adanya permohonan maaf dari para petinggi adat mereka.

 

Hal ini menjadikan sebuah cermin bahwa keberagaman seluruh etnis yang ada di Kalbar harus selalu dapat menjaga kondusifitas lingkungan dimana kita berada dan jangan terpecah belah akibat adanya gesekan kecil oleh kelompok tertentu yang kurang memahami pentingnya kebersamaan antara etnis satu dengan etnis yang lainnya yang ada di bumi Kalimantan Barat.

 

Audiensi ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama di halaman Istana Kadriyah sebagai simbol kebersamaan dan komitmen melestarikan warisan leluhur.

Sumber Berita: Liputan Awak Media

Jurnalis/Penyunting Berita:

Abah M.Asruf Azis.SE#KPK NEWS INDO#perskpknews.com

 

Exit mobile version