Kubu Raya , 01 September 2026
Warga Dusun Harapan Baru, Desa Seruat Tiga, Kabupaten Kubu Raya, terpaksa harus turun tangan memperbaiki jembatan penghubung di wilayah mereka menggunakan dana swadaya masyarakat pada Selasa, 1 September 2026.
Keputusan ini diambil setelah jembatan yang dibangun pada 14 November 2023 tersebut hancur tak lama setelah selesai pengerjaan dan dibiarkan terbengkalai begitu saja oleh pemerintah desa.
Berdasarkan pantauan awak media Radar Metro di lapangan, kondisi jembatan sebelumnya sangat memprihatinkan dan membahayakan keselamatan warga yang melintas. Ironisnya, alih-alih mendapatkan penanganan dari pemerintah desa, perbaikan infrastruktur vital ini justru murni bersumber dari sumbangan dan gotong royong warga setempat.
Situasi ini memicu kritik tajam dari salah seorang warga yang mempertanyakan alokasi anggaran dana desa:
“Kemana dana desa untuk pembangunan infrastruktur desa? Mengapa harus masyarakat yang terus-menerus berkorban menggunakan uang pribadi mereka?” ujar warga tersebut dengan nada kecewa.
Kritik keras juga diarahkan kepada Kepala Desa Seruat Tiga, Warga menduga pengelolaan Dana Desa Tahun Anggaran 2026 tidak pernah dimusyawarahkan secara transparan dengan masyarakat.
Minimnya keterbukaan informasi ini disebut-sebut sudah menjadi pola berulang dari tahun-tahun anggaran sebelumnya, di mana Kades dituding tidak pernah transparan mengenai besaran dana yang diterima dari pemerintah pusat.
Kasus ini kini menjadi Pekerjaan Rumah (PR) serius bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Kubu Raya, instansi teknis terkait, serta Aparat Penegak Hukum (APH).
Warga dan awak media mendesak agar Pemda Kubu Raya dan APH segera memanggil Kepala Desa Seruat Tiga yang masih aktif, untuk dimintai klarifikasi secara mendalam terkait dugaan penyelewengan dan tidak transparannya pengelolaan dana desa.
Sumber Berita: Awak Media Radar Metro
Penyunting Berita: Abah M.Asruf Azis
.SE#perskpknews.com

