Site icon KPK TIPIKOR NEWS

Keluarga almarhum Winda Lorenza Gowasa minta Kapolda Sumut Tegakkan Keadilan Hukum tanpa Melihat Status

 

KPK TIPIKOR NEWS,
Medan, Sumatera Utara, Keluarga almarhum Winda Lorenza Gowasa yang meninggal dunia secara Misteri pada hari Minggu tanggal 02 Agustus 2026 melakukan Aksi Unjuk Rasa “Damai” di Mapolda Sumatera Utara dini hari (27/08/2026).

Aksi unjuk rasa Damai di lakukan oleh Keluarga almarhum Winda Lorenza Gowasa (WLG) untuk meminta Bapak Kapolda Sumatera Utara mengambil alih penanganan Kasus kematian almarhum WLG tersebut dan segera lakukan Ekshumasi dan Otopsi Ulang Jenazah almarhum WLG secara Transparan dengan melibatkan Tim dokter forensik independen serta pihak keluarga.

Kordinator Aksi Mariani Buulolo menegaskan bahwa keluarga besar almarhum WLG tidak menerima hasil autopsi yang disampaikan oleh dokter forensik RS Bhayangkara TK II Medan karena banyak kejanggalan ditubuh almarhum serta otopsi dilakukan tanpa sepengetahuan keluarga almarhum.

Kami meminta dan mengharapkan kehadiran Negara yakni Bantuan Bapak Kapolda Sumatera Utara, Bapak Kapolri dan Bapak Presiden RI untuk turun tangan mengungkap misteri kematian Winda Lorenza Gowasa yang menurut keluarga bukan Bundir, ujar Mariani.

Selain berbagai Kejanggalan ditubuh almarhum WLG dan juga pelaksanaan otopsi tanpa sepengetahuan keluarga dan dirilis secara tergesa-gesa di media sosial, dan juga almarhum WLG SENGAJA DIJEMPUT DARI JAKARTA oleh Ibu Kandung oknum Bripka IH pada awal bulan Juni 2026 dengan alasan rujuk kembali demi anak-anaknya, tandasnya.

Keluarga almarhum Winda Lorenza Gowasa mengatakan, bahwa apabila kasus ini tidak mendapat respon cepat dari Bapak Kapolda Sumatera Utara, maka Aksi Unjuk Rasa Damai akan terus dilakukan sampai mendapatkan kepastian keadilan hukum walaupun Aksi Unjuk Rasa Damai akan kami lanjutkan ke Mabes Polri dan di depan Istana Kepresidenan di Jakarta.

Kami sebagai masyarakat kecil yang tidak punya uang, tidak punya jabatan dan tidak punya bekingan, sangat berkeyakinan bahwa para Pejabat di Republik ini masih ada yang memiliki hati nurani yang akan memberi perlindungan dan rasa keadilan terhadap masyarakat kecil, ungkap YESTIN LAIA ibunya almarhum WLG yang menangis tersedu-sedu memohon bantuan hukum yang objektif dan adil dari bapak Kapolda Sumatera Utara, Bapak Kapolri dan Bapak Presiden RI diatas kursi rodanya akibat stroke yang dideritanya sejak 8 tahun silam. (Sam.Bll / Ka Perwakilan Sumatera Utara)

Exit mobile version