Site icon KPK TIPIKOR NEWS

ADA APA DENGAN “4S” DI SIDRAP? SABU, SOBIS, SEKS DAN SABUNG AYAM DINILAI MASIH SULIT DIBERANTAS*

SIDRAP — Fenomena “4S” — Sabu, Sobis, Seks dan Sabung Ayam — kembali menjadi sorotan. Masyarakat mempertanyakan mengapa berbagai aktivitas yang diduga meresahkan tersebut masih saja muncul dan seolah sulit diberantas secara tuntas.

Persoalan ini tidak boleh dianggap sebagai masalah kecil. Jika benar aktivitas ilegal masih berlangsung di tengah masyarakat, maka aparat *penegak hukum harus menunjukkan tindakan yang tegas, konsisten dan tidak tebang pilih.*

Pemberantasan tidak cukup hanya dengan melakukan razia ketika persoalan sudah ramai diberitakan. Aparat harus berani membongkar sampai ke akar, termasuk menelusuri pihak-pihak yang diduga menjadi pengendali, pemasok, maupun pihak yang mengambil keuntungan dari aktivitas ilegal tersebut.

Sabu menghancurkan masa depan generasi muda. Sobis merugikan dan menjerat masyarakat melalui berbagai modus penipuan. Dugaan praktik seks ilegal berpotensi menimbulkan persoalan sosial serius. Sementara sabung ayam yang disertai perjudian dapat menjadi pintu masuk berbagai persoalan kriminal lainnya.

Pertanyaannya sederhana: kalau memang ada, mengapa masih bisa berlangsung? Siapa yang bermain? Dan mengapa belum mampu diberantas sampai ke akar?

Masyarakat Sidrap berhak mendapatkan jawaban dan perlindungan. Jangan sampai masyarakat kecil menjadi sasaran penindakan sementara aktor yang lebih besar justru luput dari hukum.

Kapolres Sidrap, Polda Sulsel, pemerintah daerah dan seluruh aparat terkait harus menunjukkan bahwa hukum benar-benar berlaku untuk semua.

Jika ditemukan bukti pelanggaran hukum, tindak tegas sesuai aturan. Jangan pandang bulu, jangan tebang pilih, dan jangan berhenti pada pelaku lapangan.

Kini masyarakat menunggu langkah nyata, bukan sekadar pernyataan.
4S bukan tontonan. Ini persoalan serius yang menyangkut keamanan, ketertiban dan masa depan masyarakat
Penulis (Muh firman)

Exit mobile version