Dana KONI disebut terbatas, sementara terdapat 48 cabang olahraga (cabor) yang harus dibina. Jika anggaran memang belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh cabor, tentu ini menjadi perhatian bersama.
Lalu, bagaimana peran KONI dan Dispora dalam pembinaan atlet serta pengembangan olahraga di Kabupaten Bungo?
Banyak cabor harus berjuang mencari biaya sendiri ketika mengikuti kejuaraan dan mengajukan proposal kegiatan.
Padahal para atlet membawa nama baik Kabupaten Bungo di tingkat daerah maupun nasional. Mereka layak mendapatkan pembinaan, perhatian, dan penghargaan yang sesuai, termasuk jika memang ada ketentuan mengenai bonus bagi atlet berprestasi.
Sebagai pecinta olahraga, saya merasa prihatin. Karena itu, mari kita dorong keterbukaan informasi kepada publik mengenai.
Data lengkap 48 cabang olahraga yang berada di bawah pembinaan.
Besaran anggaran KONI setiap tahun.
Besaran anggaran Dispora setiap tahun.
Peruntukan anggaran pembinaan, kegiatan, dan pengembangan olahraga.
Dengan transparansi anggaran dan pengelolaan yang baik, masyarakat dapat ikut mengawasi sekaligus mendukung kemajuan olahraga di Kabupaten Bungo.
Saya yakin kualitas SDM dan atlet-atlet Bungo mampu mengharumkan nama daerah apabila mendapat pembinaan dan dukungan yang memadai.
Mari kita bangun olahraga Bungo yang lebih maju, transparan, dan berprestasi.
Salam olah raga
OLAHRAGA BUNGO BUTUH KETERBUKAAN DAN DUKUNGAN NYATA

