Site icon KPK TIPIKOR NEWS

BORE PILE PROYEK REVITALISASI SMAN UNGGULAN SUKMA NIAS JADI SOROTAN, PPK DAN KONSULTAN PENGAWAS BUNGKAM.

GUNUNGSITOLI — Kualitas pondasi dalam berupa bore pile pada Proyek Revitalisasi SMAN Unggulan Sukma Nias yang bernilai Rp87.340.621.189,12 kini turut menjadi sorotan publik. Masyarakat dan pengamat konstruksi meminta transparansi atas kedalaman, spesifikasi, dan kualitas pengecoran tiang pancang guna menjamin keselamatan dan daya tahan bangunan jangka panjang.

Proyek yang berlokasi di Desa Faekhu, Kecamatan Gunungsitoli Selatan, Kota Gunungsitoli ini digarap oleh PT. Razasa Karya dan ditargetkan selesai pada Desember 2026. Namun seiring munculnya dugaan penggunaan material tidak standar, perhatian publik kini meluas hingga ke bagian paling mendasar bangunan yakni pondasi bore pile.

Berdasarkan standar konstruksi untuk gedung bertingkat di wilayah berpotensi gempa, bore pile wajib mencapai lapisan tanah keras dengan kedalaman yang dihitung berdasarkan penyelidikan tanah. Mutu beton yang digunakan minimal K-300 atau setara, dan setiap tiang harus melalui uji kelayakan sebelum pekerjaan lanjutan.

Warga dan pemantau proyek menyampaikan pentingnya publikasi data teknis bore pile secara terbuka, seperti kedalaman pengeboran, diameter tiang, mutu beton yang digunakan, serta hasil uji pembebanan (Pile Loading Test). Hal ini mengingat kondisi tanah di wilayah Nias yang tergolong lunak dan rawan gempa, sehingga spesifikasi pondasi harus memenuhi standar keamanan yang ketat.

“Kami meminta agar data kedalaman bore pile, spesifikasi teknis, dan laporan uji laboratorium dipublikasikan secara terbuka. Jika pondasinya tidak kuat, bahayanya bukan hari ini saja, tetapi puluhan tahun ke depan saat bangunan ini dipakai ribuan siswa,” ungkap salah satu warga yang tidak mau di sebutkan namanya.

Awak media juga mencoba konfirmasi kepada konsultan pengawas pada hari Selasa (4/8/2026), tentang kedalaman pondasi bore pile serta berapa titik yang harus di kerjakan dan besi berapa yang harus di pakai. Jawabannya terkesan bungkam dan tidak ada keterbukaan.

“Mohon maaf , saya tidak berwenang memberikan keterangan atau wawancara terkait proyek ini kepada media. Untuk informasi resmi, silakan menghubungi pihak yang berwenang atau juru bicara yang telah ditunjuk Pak. Terima kasih” Ungkapnya.

Selanjutnya awak media konfirmasi langsung kepada PPK lewat aplikasi WhatsApp dengan nomor 08126508XXXX, juga tak ada respon sama sekali dan terkesan bungkam, seakan tidak ada keterbukaan informasi publik.

Pada saat media melakukan investigasi di lapangan, mendapatkan dugaan kejanggalan seperti pengerjaan pengecoran beton bore pile dan bangunan lain pada saat hujan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak PPK dan kontraktor maupun konsultan pengawas terkait spesifikasi teknis bore pile. Media telah berupaya meminta keterangan namun belum mendapatkan tanggapan secara terbuka. Gunawan Hulu.

 

Exit mobile version