Site icon KPK TIPIKOR NEWS

KAPOLDA SULSEL BUKA PENDIDIKAN PEMBENTUKAN BINTARA POLRI GELOMBANG II TA 2026, 140 SISWA RESMI IKUTI DIKTUK DI SPN POLDA SULSEL

Perskpknews.com MAKASSAR – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Selatan, Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., memimpin Upacara Pembukaan Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Gelombang II Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Sulawesi Selatan, Selasa (21/7/2026).

Upacara pembukaan dihadiri Irwasda Polda Sulsel Kombes Pol. Hartoyo, S.I.K., M.H., para Pejabat Utama Polda Sulsel, jajaran pendidik, serta pengasuh SPN Polda Sulsel. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 140 peserta didik secara resmi memulai Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Gelombang II TA 2026.

Berdasarkan data SPN Polda Sulsel, peserta didik berasal dari sejumlah wilayah, yakni Polda Sulsel sebanyak 60 orang, Logistik Polri 1 orang, Polda Sulawesi Tenggara 10 orang, Polda Sulawesi Tengah 23 orang, Polda Sulawesi Utara 34 orang, dan Polda Gorontalo 12 orang.

Dalam upacara tersebut, Kapolda Sulsel membacakan amanat Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri. Dalam amanat itu, Kalemdiklat Polri menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah lolos melalui tahapan seleksi dan memperoleh kesempatan mengikuti pendidikan pembentukan Bintara Polri berkualifikasi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

“Selamat kepada seluruh peserta didik yang telah dinyatakan lulus seleksi dan memperoleh kesempatan untuk mengikuti Pendidikan Pembentukan Bintara Polri berkualifikasi SPKT TA 2026. Saudara adalah putra-putri terbaik bangsa yang telah menyisihkan ribuan pendaftar untuk mengikuti pendidikan di lembaga ini. Oleh karena itu, jalani pendidikan ini dengan sebaik-baiknya,” demikian kutipan amanat yang dibacakan Kapolda Sulsel.

Pendidikan tahun ini mengusung tema “Membangun Keutamaan Pendidikan Polri yang Berbasis Moral dan Literasi untuk Mendukung Program Kedaulatan Pangan, Energi, dan Ekonomi yang Produktif serta Inklusif.”

Dalam amanat tersebut ditegaskan bahwa pembentukan karakter, moral, dan integritas menjadi landasan utama dalam mencetak anggota Polri yang profesional. Menurut Kalemdiklat Polri, kewenangan yang dimiliki aparat kepolisian harus dijalankan dengan integritas agar tidak menimbulkan penyalahgunaan wewenang maupun mengurangi kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

Selain itu, pendidikan juga diarahkan untuk memperkuat kesiapan personel dalam mendukung program-program strategis pemerintah melalui pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Kondisi keamanan yang kondusif dinilai menjadi faktor penting dalam menunjang aktivitas sosial, ekonomi, serta kesejahteraan masyarakat.

Pada kesempatan tersebut juga dijelaskan bahwa Pendidikan Pembentukan Bintara Polri berkualifikasi SPKT TA 2026 menggunakan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Kurikulum tersebut menitikberatkan pada pencapaian kompetensi lulusan, baik dari aspek pengetahuan, keterampilan, sikap, maupun standar kinerja yang dibutuhkan dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Melalui pendekatan tersebut, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari penyelesaian materi pembelajaran, tetapi juga dari kemampuan peserta didik dalam mengimplementasikan ilmu dan keterampilan secara profesional saat bertugas di tengah masyarakat.

Mengakhiri amanatnya, Kapolda Sulsel berharap seluruh peserta didik mengikuti setiap tahapan pendidikan dengan disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai moral, integritas, dan etika profesi, sehingga mampu menyelesaikan pendidikan dengan baik serta menjadi anggota Polri yang profesional, modern, dan dipercaya masyarakat.

 

 

Exit mobile version