Langkat, Sumatera Utara – Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan tim penyelidik mengguncang Kabupaten Langkat. Dalam operasi tersebut, tujuh orang diamankan, termasuk Bupati Langkat, yang diduga terlibat dalam perkara suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat.
Berdasarkan keterangan resmi, tujuh orang yang diamankan terdiri dari satu penyelenggara negara, satu ASN Kabupaten Langkat, dan lima orang dari pihak swasta. Penangkapan dilakukan di tiga lokasi berbeda, yakni di wilayah Langkat, Binjai, dan Medan.
Tak hanya mengamankan para pihak, tim penyelidik juga menyita barang bukti berupa uang tunai senilai ratusan juta rupiah yang diduga merupakan bagian dari pembayaran terkait proyek yang diberikan oleh pihak swasta kepada Bupati Langkat.
Seluruh pihak yang diamankan terlebih dahulu menjalani pemeriksaan awal di Polrestabes Medan. Selanjutnya, Bupati Langkat diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Diduga Terkait Suap Proyek Pendidikan dan Perkim
Perkara yang tengah didalami diduga berkaitan dengan proyek-proyek di Dinas Pendidikan serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Langkat.
Penyelidik juga masih menelusuri kemungkinan adanya penerimaan lain yang diduga berkaitan dengan gratifikasi atau tindak pidana korupsi lainnya, sehingga proses pemeriksaan masih terus berkembang.
Kasus ini kembali menjadi perhatian publik sebagai pengingat pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan integritas dalam penyelenggaraan pemerintahan, terutama dalam pengelolaan anggaran pembangunan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat.
Masyarakat kini menantikan hasil penyelidikan dan proses hukum selanjutnya. Sesuai prinsip praduga tak bersalah, seluruh pihak yang diamankan berhak atas proses hukum yang adil hingga terdapat penetapan status hukum dan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

