MENES – kpktipikornews-dalam rangka khitanan Padepokan Paskal Pamily yang berkedudukan di Desa Muruy, Kecamatan Menes, menggelar prosesi arak-arakan Kuda Bilik atau yang lebih populer dikenal dengan sebutan Kuda Lumping.
Kegiatan budaya ini berlangsung pada hari Sabtu, 27 Juni 2026, dan disambut antusias oleh ratusan warga yang memadati sepanjang rute perjalanan.
Prosesi dimulai sekitar pukul 13.30 WIB dari halaman sohibul hajat. kemudian bergerak melintasi jalan-jalan utama desa menuju beberapa titik.
pertemuan warga. Rombongan diiringi alunan musik tradisional berupa tabuhan gendang, terompet, dan kenong yang menciptakan irama khas dan semarak.
Para penampil mengenakan kostum adat yang berwarna-warni dan rapi, dilengkapi dengan properti utama berupa kuda-kudaan dan singa singaan yang di tunggangi oleh anak anak kuda bilik terbuat dari anyaman bambu yang dihias indah.
Mereka menampilkan gerakan-gerakan lincah, enerjik, dan terkoordinasi, bahkan menghadirkan atraksi tambahan yang menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton dari segala usia.
Ketua Padepokan Paskal Pamily, bpk toni dalam keterangannya, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya nyata melestarikan warisan budaya daerah
agar tidak punah ditelan perkembangan zaman. “Kami rutin menggelar kegiatan ini agar anak muda tahu dan mencintai seni budaya sendiri. Selain itu, ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan kebersamaan antarwarga Desa Muruy,” ujarnya.
Warga yang menyaksikan mengaku merasa senang dan bangga dengan terselenggaranya acara tersebut. Salah satu warga menyatakan harapannya agar tradisi ini terus didukung oleh seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah,
sehingga tetap dapat dipertahankan dan dikembangkan sebagai identitas khas Kecamatan Menes.
Prosesi berakhir sekitar pukul 15.00 WIB dengan doa bersama dan penutupan yang sederhana namun penuh makna. Kegiatan berjalan lancar, tertib, dan aman tanpa ada gangguan apapun.
RED.MARDI
KABIRO KAB.PANDEGLANG

