Site icon KPK TIPIKOR NEWS

ARISAL AZIZ GUNCANG PANGGUNG POLITIK: “POLITIK PENGABDIAN BUKAN PENCITRAAN!”

 

PADANG – Pernyataan keras dan penuh makna kembali dilontarkan Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi PAN, Arisal Aziz. Di tengah maraknya politik yang sarat janji dan pencitraan, Arisal tampil dengan pesan tegas yang langsung menyentuh jantung persoalan demokrasi: politik sejati adalah pengabdian, bukan panggung sandiwara untuk mencari keuntungan pribadi.

Menurut Arisal, politik tidak boleh dipandang sebagai alat untuk memperkaya diri, membangun popularitas, atau sekadar mengejar tepuk tangan sesaat. Politik, katanya, adalah jalan perjuangan yang harus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

«“Politik pengabdian adalah perjuangan untuk rakyat. Politik pengabdian bukan pencitraan, tetapi perbuatan. Berbuatlah untuk rakyat dan berjuanglah untuk rakyat,” tegas Arisal.»

Pernyataan tersebut sontak menjadi sorotan karena dinilai sebagai kritik tajam terhadap fenomena politik yang hanya mengandalkan retorika tanpa tindakan. Arisal bahkan melontarkan istilah yang mengundang perhatian publik, yakni “Poli-Tikus”.

Menurutnya, poli-tikus adalah gambaran bagi mereka yang pandai berbicara, tetapi miskin karya. Mereka gemar mengumbar janji, namun tidak mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

«“Lain di mulut, lain di hati. Seperti pedagang obat yang menawarkan berbagai khasiat, tetapi kenyataannya tidak sesuai dengan yang dijanjikan,” ujarnya.»

Di tengah derasnya arus informasi dan meningkatnya kesadaran publik, Arisal menilai masyarakat kini semakin cerdas dalam menilai pemimpin. Rakyat tidak lagi mudah terpesona oleh slogan dan pencitraan semata. Yang dicari adalah bukti, kerja nyata, dan keberpihakan yang tulus.

Sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Sumatera Barat II, Arisal Aziz selama ini dikenal aktif dalam berbagai program sosial, bantuan kemanusiaan, pendidikan, olahraga, hingga advokasi masyarakat. Berbagai langkah tersebut menjadi bukti nyata bahwa politik harus hadir sebagai solusi, bukan sekadar alat pencitraan.

Pengamat menilai pesan yang disampaikan Arisal menjadi pengingat penting bagi seluruh pemimpin dan politisi di Indonesia. Di tengah tantangan demokrasi modern, integritas, kejujuran, dan pengabdian dinilai menjadi modal utama untuk menjaga kepercayaan rakyat.

Pernyataan Arisal Aziz diperkirakan akan terus menjadi perbincangan publik karena menyentuh persoalan mendasar yang selama ini dirasakan masyarakat: banyaknya janji yang tidak berujung pada tindakan nyata.

Rakyat tidak membutuhkan banyak kata-kata. Rakyat membutuhkan bukti dan keberpihakan yang nyata.”

Pesan itu kini bergema sebagai seruan moral bagi seluruh pemimpin bangsa: berhentilah berpolitik untuk diri sendiri, mulailah berpolitik untuk rakyat.Naskah ini sengaja dibuat dengan gaya berita bombastis, tajam, dan menarik perhatian pembaca tanpa mengubah substansi pernyataan yang disampaikan.

Exit mobile version