Balikpapan Utara kembali diterjang banjir. Derasnya hujan yang mengguyur wilayah Kota Balikpapan pada malam Jumat, 29 Mei 2026, menyebabkan sejumlah titik terendam banjir, termasuk kawasan Kelurahan Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara, Kalimantan Timur.
Peristiwa ini sontak membuat warga panik, terutama masyarakat di RT 36 yang terdampak cukup parah akibat meluapnya air dari sistem drainase yang disebut tidak mampu menampung debit air tinggi dalam waktu singkat.
Berdasarkan laporan Ketua DPW KPK TIVIKOR NEWS INDO Kalimantan Timur, H. Andi Syarifuddin BA.C.MDF, yang turun langsung ke lokasi kejadian, genangan air mulai masuk ke pemukiman warga sekitar pukul 01.00 WITA saat sebagian besar warga tengah tertidur lelap.
“Air naik sangat cepat. Warga kaget karena saat sedang tidur, air tiba-tiba sudah masuk ke dalam rumah,” ungkapnya.
Ketinggian air di beberapa rumah warga bervariasi. Kepanikan tak terhindarkan ketika warga harus berjibaku di tengah malam menyelamatkan barang-barang berharga agar tidak rusak terendam banjir.
Beberapa warga terlihat mengevakuasi perabot rumah tangga, elektronik, hingga dokumen penting ke tempat yang lebih tinggi dan aman. Anak-anak dan lansia menjadi kelompok paling rentan dalam situasi tersebut.
Diduga kuat, banjir terjadi akibat buruknya sistem drainase di wilayah tersebut yang tidak mampu mengalirkan debit air hujan secara maksimal. Kondisi ini disebut warga bukan pertama kali terjadi.
“Hampir setiap hujan deras, wilayah kami selalu banjir. Kami capek hidup dalam ketakutan setiap kali hujan turun malam hari,” ujar salah satu warga Graha Indah RT 36.
Air baru mulai surut sekitar pukul 04.00 WITA menjelang subuh. Meski demikian, lumpur dan sisa genangan masih meninggalkan dampak di sejumlah rumah warga.
Masyarakat berharap Pemerintah Kota Balikpapan serta dinas terkait segera turun tangan melakukan perbaikan serius terhadap sistem drainase dan tata kelola lingkungan di kawasan tersebut agar bencana serupa tidak terus berulang.
Warga menilai, banjir yang terjadi hampir setiap hujan deras bukan lagi sekadar musibah alam, melainkan tanda adanya persoalan serius yang belum ditangani secara maksimal.
Jika tidak segera dibenahi, masyarakat khawatir banjir berikutnya akan membawa dampak yang lebih besar dan mengancam keselamatan warga Balikpapan Utara.

