Bukittinggi,perskpknews | Baru-baru ini seluruh Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) siswa menamatkan pendidikan terakhirnya merasa bangga dan bahagia, namun sisi lain di ujung akhir pendidikan masih ada tersisa kegiatan bermodus pungli di sekolah, yang mana disebut kegiatan perpisahan.
Kegiatan tersebut di kemas dengan acara, hal ini perna di larangan dari Kementerian Pendidikan dan kebudayaan atas peristiwa kecelakaan dalam kegiatan perpisahan tour dan study wisata mengingat pengalaman tahun 2024 menewaskan siswa dan guru saat kecelakaan maut itu.
Berbeda di SMAN.2 Bukittinggi pada tanggal 11 April 2026 siswa Kls. 12 melaksanakan perpisahan di sekolah namun tersirat dalam kegiatan tersebut dengan di bebankan biaya persiswa di kenakan Rp.200.000. untuk kegiatan seremonial di sekolah untuk menarik uang terakhir perpisahan dari siswa Kls.12 dari jumlah 1.101. jumlah keseluruhan siswa.
Dari pembagian jumlah siswa kls 12. Ruang 1/2/3/4/5/6/7 SMAN.2 Bukittinggi yang tamat, hanya seperempat siswa yang tamat pendidikannya, kls 12 SMAN.2 Bukittinggi sebanyak lebih kurang 350 orang di x 200.000./ persiswa = Rp.70.000.000. uang yang terkumpul dalam kegiatan perpisahan anak kls 12 SMAN.2 Bukittinggi tahun 2026 yang di bayarkan oleh orang tua murid.
Dari wawancara awak media (15/05/26) kepada salah satu orang tua murid mantan Kls. 12 SMAN.2 Bukittinggi ia mengutarakan tolong nama saya jangan di sebutkan, bahwa dari keterangannya kami berpikir semula anak -anak kami saja yang membuat acara perpisahan di sekolah e,, malah masih peran guru dan Sekolah (SMAN.2 Bukittinggi) maka ada biaya uang perpisahan sebesar Rp.200.000. perorang itu hanya dapat Nasi bungkus dua bebernya.
Lanjut ibu siswa, (SMAN.2 Bukittinggi) kalau di hitung dari jumlah siswa yang tamat saat itu ada berkisar 300 orang hitung saja pak kali Rp.200.000. perorang imbuhnya.
Kalau yang saya lihat, saat perpisahan pada tanggal 11 April 2026 di sekolah ya paling sewa tenda dengan dekorasinya, sound sistem (orgen), pembuatan spanduk lalu makan saat itu ada makan gizi gratis yang datang MBG ujarnya.
Untuk pertunjukan lainnya atau tari parsambahan ada juga biaya sewa baju itu di kenakan bagi orang tua siswa dan penampilan lainnya yang menggunakan seragam.
Sementara ketua investigasi pencegahan korupsi Front Aliansi Rakyat Anti KKN (FARAK) Sumbar Darmalius Putra, SH kepada wartawan di hari yang sama mengatakan, ini lah modus operandi oknum guru dan kepsek tidak mau lepas begitu saja dari sekolah, sekarang mencari keuntungan dari perpisahan dengan di kenakan biaya Rp.200.000. /persiswa x 350 orang = Rp.70.000.000. juga dana yang masuk ke sekolah kalau di hitungkan biaya yang di telan dari kegiatan perpisahan hanya sewa tenda, orgen, dan tambah sedikit nasi kotak Berkisar Rp.30.000.000. sudah cukup lumayanlah besar untuk biaya itu. Lalu kema sisa dana Rp.40.000.000.nya mana ada kepsek SMAN.2 Bukittinggi membeberkan SPjnya kepada orang tua murid hanya saja estimasi biaya yang di sampaikan tegas Darmalius.
Kita sudah mendapatkan rekaman kegiatannya dan pengakuan sebagaian murid dan orang tua siswa SMAN.2 Bukittinggi ini lah nanti kita laporkan pungli berkedok perpisahan. Yang tidak sesuai dengan Peraturan Presiden No 87 Tahun 2016 Tentang Sapuh Bersih Pungutan liar dan bertentangan dengan UU RI No 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Korupsi bahwa oknum ASN penyelenggara pendidikan memanfaatkan jabatan dan sarana dan prasarana sekolah negeri.
Kita mendesak Kejaksaan Negeri Bukittinggi mengusut ini, bahwa kemana saja uang itu mengalir. Jika Kajari Bukittinggi tidak mampun kita sampai ke Kejati Sumbar dengan bukti permulaan ini tegasnya.
Awak media ini mengkonfirmasi Kepsek SMAN2 Bukittinggi Ahda saat via WhatsAppnya 081374635xxx sampai saat di ini ia memilih bungkam dan tidak menjawab klarifikasi tersebut sampai berita ini di terbitkan.
Tim/Red
