
KUBU RAYA, 16 MEI 2026
Aktivitas transportasi air Kapal Motor Tambang di Dermaga Rasau Jaya, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, dipastikan lumpuh total mulai Minggu, 17 Mei 2026. Berhentinya operasional massal ini dipicu oleh kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar serta melonjaknya harga solar di tingkat pengecer hingga mencapai Rp16.000 per liter.
Berdasarkan investigasi lapangan pada Sabtu (16/5/2026), puluhan kapal motor tambang yang melayani berbagai rute perairan tampak bersandar tanpa aktivitas di dermaga. Para pengusaha transportasi air mengaku terpukul karena tingginya biaya operasional tidak sebanding dengan tarif penumpang yang hingga kini belum mengalami penyesuaian.
Kelumpuhan total ini berdampak pada seluruh trayek utama di wilayah perairan Kubu Raya, antara lain:
Rute Rasau Jaya – Batu Ampar – Teluk Batang: Melibatkan KM Arif Azzam Jaya, KM Nabila 05, KM Bintang Fortuna, dan KM Laut Perkasa.
Rute Padang Tikar – Rasau Jaya: Melibatkan KM Sinar Indah, KM Sri Indah, KM Jaga Hati, KM Pesisir, dan KM Polewali 07.
Rute Sungai Pandan – Rasau Jaya: Melibatkan KM Alisa dan KM Pandan Jaya.
Rute Rasau Jaya – Paket 5: Melibatkan KM Semangat Bahagia, KM Sulawesi, KM Bintang Mas, dan KM Bintang Ramadhan.
Salah seorang pengusaha muda pemilik motor tambang yang enggan disebutkan namanya mengeluhkan kondisi dilematis yang dihadapi para pelaku usaha.
“Solar adalah kebutuhan utama kami. Dengan harga solar eceran yang menyentuh Rp16.000 per liter, biaya operasional kami membengkak drastis. Sementara di sisi lain, tarif angkutan penumpang tidak ada kenaikan. Ini sangat memberatkan,” ujarnya.
Mewakili para pengusaha kapal motor tambang di Rasau Jaya, ia mendesak Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dan instansi terkait untuk segera turun tangan memberikan keadilan dan solusi nyata bagi keberlangsungan transportasi wilayah pesisir.
Para pengusaha menuntut adanya perhatian khusus berupa pembenahan regulasi tarif angkutan umum yang sesuai dengan kondisi ekonomi saat ini, serta kepastian pasokan BBM subsidi agar jalur urat nadi perekonomian masyarakat pesisir Kubu Raya tidak lumpuh berkepanjangan.
Kontak Media:Abah M.Asruf Aziz.SE perskpknews.com

