Site icon KPK TIPIKOR NEWS

Harlah ke-66 PMII, Wako Pariaman Minta Jadi Garda Terdepan Jaga Moralitas Mahasiswa

Pariaman – perskpknews.co – Kota Pariaman saat ini fokus pada pembangunan pariwisata dan peningkatan sumber daya manusia. Sehingga Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga moralitas  mahasiswa dan berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan ekonomi kreatif yang akan menunjang pembangunan pariwisata dan peningkatan sumber daya manusia.

 

Demikian disampaikan Wali Kota Pariaman Yota Balad yang diwakili Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman Ferialdi, S.Pi, M.Si., pada pembukaan Harlah ke-66 PMII sekaligus Halal bi Halal PMII Kota Pariaman, Minggu (19/2026) di pentas seni Pantai Kata Kota Pariaman. Peringatan Harlah dihadiri pendiri PMII Kota Pariaman Armaidi Tanjung, mantan Ketua PMII Kota Pariaman antara lain Ory Sativa Sakban, Afrinaldi, Khairul Rianda, Ketua PMII Pariaman aktif Annisa Pitri.

 

Dikatakan Ferialdi, momentum Hari Lahir (Harlah) yang dibarengi dengan halal bi halal terasa sangat spesial. Setelah berpuasa dan kembali suci, kini kita memacu kembali semangat pergerakan. “Saya ingin menitipkan beberapa pesan kepada kader PMII Kota Pariaman. Jadilah agen perubahan yang konstruktif. Berharap PMII Kota Pariaman terus melahirkan pemikiran progresif untuk pembangunan Kota Pariaman. Jadilah intelektual movement yan memberikan solusi, bukan sekedar  kritikan tanpa dasar,” kata Ferialdi.

 

Ferialdi  juga minta PMII Kota Pariaman untuk memperkuat sinergi dengan Pemko Pariaman. Sehingga banyak program pembangunan yang bisa dilaksanakan.

Dikatakan, tema Harlah tahun ini, adalah Silaturrahmi Tanpa Batas, Pergerakan Tanpa Henti, PMII 66 Tahun Mengabdi. Mari jadikan semangat tersebut sebagai bahan bakar untuk terus  berbakti kepada umat dan bangsa.

 

“Selamat Hari Lahir ke-66 PMII (17 April 1960-17 April 2026). Usia 66 tahun, bukanlah usia yang muda. Ini adalah bukti kedewasaan dan konsisten PMII dalam mengawal nilai-nilai keislaman (Ahlussunnah waljamaah) dan keindonesiaan. Sejarah mencatat betapa besarnya kontribusi kader-kader PMII baik di tingkat nasional, maupun di Kota Pariaman, dalam mendampingi masyarakat dan menjadi mitra kritis pemerintah,” kata Ferialdi.

 

Pendiri PMII Kota Pariaman Armaidi Tanjung menyebutkan, pada momentum Harlah PMII ini bagaimana kader menyambungkan spirit pergerakan dengan para pendahulu dan pendiri PMII. Karena tanpa para pendiri dan pendahulu PMII, mustahil hari ini menjadi kader PMII di Kota Pariaman. Salah satu cara menyambungkan spirit tersebut adalah dengan membaca Alfatihah dan menziarahi makam para pendiri atau pendahulu PMII tersebut.

 

“PMII Kota Pariaman berdiri tahun 2007. Berarti sudah 19 tahun PMII di Kota Pariaman hadir sebagai organisasi mahasiswa  di luar kampus. Dalam rentang waktu tersebut, sudah melahirkan alumni yang bertebaran di tengah kehidupan masyarakat. Mereka ada yang sudah menjadi ASN, pimpinan pondok pesantren, guru, dosen, komisioner, wiraswasta, dan sebagainya,” kata Armaidi Tanjung.

 

Mantan Ketua PC PMII Kota Pariaman Ory Sativa Sakban menambahkan, selama berstatus sebagai mahasiswa manfaatkanlah waktu untuk berproses di PMII. Dengan berproses dan aktif di organisasi PMII, diharapkan kadernya terbiasa memimpin dan dipimpin. Selain itu, yang lebih penting lagi adalah membangun jejaring. Di mana  jejaring tersebut dapat memudahkan dalam berbagai urusan di kemudian hari.

Acara ditutup dengan pemotongan kue yang diberikan Ketua PC PMII Kota Pariaman Annisa Pitri  kepada Armaidi Tanjung, Ory Sativa Sakban dan senior PMII Kota Pariaman lain yang hadir.    (R/*)

Exit mobile version