KONAWE, PersKpkNews.com – Gerbong mutasi di tubuh Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sulawesi Tenggara) kembali bergerak.
Mutasi dan rotasi jabatan terjadi di jajaran Polres Konawe sebagai bagian dari penyegaran organisasi dan optimalisasi pelayanan kepolisian kepada masyarakat.
Dalam mutasi tersebut, Iptu M. Nur Avivin, S.H. yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Puriala, kini dipercaya mengemban tugas baru sebagai Kasat Intelkam di Polres Konawe Utara.
Sementara itu, jabatan Kapolsek Puriala kini diisi oleh Ipda Agung Budi Baskoro.
Selanjutnya, Kasi Humas Polres Konawe, Iptu Andi Abd. Gafur S.Si., S.H., mendapatkan jabatan baru sebagai PS Panit 2 Subdit 2 Ditintelkam Polda Sultra.
Posisi Kasi Humas Polres Konawe kini dijabat oleh Iptu Rahman, S.H., M.M., yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Lambandia.
Serah terima jabatan pejabat yang dirotasi berlangsung di Aula Mapolres Konawe, Rabu 15 April 2026.
Kegiatan dipimpin langsung Kapolres Konawe dan dihadiri para PJU, Kapolsek jajaran, serta personel Polres Konawe.
Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya penyegaran organisasi, sekaligus untuk meningkatkan kinerja serta optimalisasi pelayanan kepolisian kepada masyarakat khususnya di wilayah hukum Polres Konawe.
Mutasi dan rotasi jabatan ini diharapkan mampu membawa semangat baru dalam pelaksanaan tugas, serta meningkatkan profesionalisme anggota Polri dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.
Rotasi di Polres Konawe menyasar dua posisi strategis: Kapolsek dan Kasi Humas. Pergeseran Iptu Nur Avivin ke Kasat Intelkam Konut menunjukkan pola promosi berbasis kinerja di fungsi deteksi dini.
Sementara masuknya Iptu Rahman, eks Kapolsek dengan gelar S2, ke kursi Kasi Humas mengindikasikan Polda Sultra ingin memperkuat manajemen media Polres Konawe di tengah sorotan publik atas tambang ilegal dan kasus leasing.
Mutasi ini terjadi sehari setelah GPA Sultra mendesak APH tindak tambang ilegal Konawe, memberi sinyal respons internal Polri untuk penyegaran personel di wilayah rawan konflik.
Laporan: Aby Razak

