Site icon KPK TIPIKOR NEWS

30 Yunit Mesin Dompeng yg Beraktivitas PETI di Sungai Buluh Diduga Milik Randa Anak Oknum ASN, Ancam Keselamatan Lingkungan dan Penerbangan

Bungo –KPK News Indo. Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Sungai Buluh, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, kembali menjadi sorotan. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari masyarakat, sedikitnya terdapat sekitar 30 unit mesin dompeng yang saat ini masih aktif beroperasi di sepanjang aliran sungai buluh dekat bandara bungo. Selasa 07/04/2026.

Kegiatan tambang ilegal ini disebut telah berlangsung cukup lama dan dilakukan secara terbuka. Selain melanggar ketentuan hukum, aktivitas tersebut juga berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan serius, seperti pencemaran air, pendangkalan sungai, serta rusaknya ekosistem dan ancam banda bungo sekitarnya.

Sejumlah sumber di lapangan menyebutkan bahwa aktivitas PETI tersebut diduga dikelola oleh seorang pria bernama Randa. Ia disebut merupakan anak dari Talis Situmorang, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Kantor Camat Pasar Bungo. Nama Talis Situmorang sebelumnya juga sempat ramai diberitakan di sejumlah media lokal terkait dugaan kepemilikan lahan tambang emas di kawasan Sungai Buluh.

Informasi yang berkembang menyebutkan bahwa pengelolaan aktivitas tambang diduga dipercayakan sepenuhnya kepada Randa untuk mengatur operasional dan menampung mas hasil dari tambang di lapangan. Sementara itu, Talis Situmorang disebut-sebut berperan di balik layar. Namun demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait yang dapat mengonfirmasi dugaan tersebut.

Selain persoalan hukum dan lingkungan, aktivitas PETI di Sungai Buluh juga mulai dikhawatirkan berdampak pada keselamatan penerbangan di Bandara Bungo. Beberapa pihak menilai, jika aktivitas penambangan terus dibiarkan tanpa pengawasan dan penertiban, maka dapat memicu gangguan terhadap area sekitar bandara, baik dari sisi lingkungan maupun potensi risiko lainnya.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat, mengingat pentingnya keselamatan dan kelancaran operasional penerbangan di wilayah tersebut.

Saat dikonfirmasi oleh awak media melalui pesan WhatsApp, Randa memberikan tanggapan singkat yang terkesan tidak mempermasalahkan isu yang beredar.

“Silakan viralkan, terserah mau apa sekarang,” ujarnya melalui pesan singkat.
Pernyataan tersebut justru menambah perhatian publik terhadap maraknya aktivitas PETI di kawasan Sungai Buluh. Masyarakat pun mendesak pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta instansi terkait untuk segera mengambil langkah tegas.

Warga berharap adanya penertiban dan penindakan serius terhadap aktivitas tambang ilegal tersebut, guna mencegah kerusakan lingkungan yang lebih luas serta menghindari potensi gangguan terhadap keselamatan penerbangan di Bandara Bungo.CEO

Exit mobile version