Padang Pariaman 6/4/2026
Sistem manajemen dan administrasi di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) kini menjadi sorotan. Dugaan lemahnya pengelolaan administrasi di instansi tersebut mencuat setelah adanya keluhan terkait dokumen honor awak media yang hingga kini belum juga diproses, meski telah tercatat sejak sekitar satu minggu lalu.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa dokumen tersebut berkaitan dengan honor sejumlah awak media yang bertugas melakukan peliputan pada kegiatan Pacu Kuda di Nagari Balah Aia Utara, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman. Para awak media diketahui telah menjalankan tugas peliputan di lapangan selama kegiatan berlangsung.
Namun hingga kini, honor yang seharusnya menjadi hak mereka belum juga terealisasi. Padahal, dokumen terkait telah dimasukkan dan dicatat dalam administrasi kantor sejak beberapa hari sebelumnya.
Ironisnya, seorang staf di lingkungan Dinas Pemuda dan Olahraga justru mengungkapkan bahwa dokumen yang sudah dicatat belum tentu menjadi prioritas untuk diproses.
“Yang sudah tercatat itu bukan prioritas. Yang prioritas itu yang datangnya duluan,” ungkap salah seorang staf.
Pernyataan tersebut sontak memunculkan tanda tanya mengenai sistem kerja dan tata kelola administrasi di instansi tersebut. Pasalnya, dalam sistem birokrasi pemerintahan, setiap dokumen yang masuk dan telah dicatat dalam administrasi seharusnya diproses berdasarkan urutan dan prosedur yang jelas.
Kondisi ini juga memunculkan dugaan bahwa sistem manajemen di instansi tersebut belum berjalan secara maksimal. Jika benar demikian, hal ini tentu dapat berdampak pada ketertiban administrasi serta pelayanan terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan yang diselenggarakan pemerintah.
Kegiatan Pacu Kuda di Nagari Balah Aia Utara, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak sendiri merupakan salah satu agenda yang cukup menyita perhatian masyarakat. Event tersebut tidak hanya menjadi ajang olahraga tradisional, tetapi juga menjadi pusat perhatian publik dan pemberitaan media.
Karena itu, keterlibatan awak media dalam peliputan kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam penyebarluasan informasi kepada masyarakat. Namun keterlambatan realisasi honor justru menimbulkan kekecewaan di kalangan awak media yang telah menjalankan tugas di lapangan.
Sejumlah pihak kini mulai mempertanyakan bagaimana sebenarnya sistem manajemen dan pengawasan yang diterapkan di tubuh Dinas Pemuda dan Olahraga. Sebab, dalam tata kelola pemerintahan yang baik, administrasi seharusnya berjalan secara tertib, transparan, dan profesional.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pimpinan Dinas Pemuda dan Olahraga terkait keterlambatan proses administrasi tersebut maupun mengenai honor awak media yang hingga kini masih menunggu realisasi.
Publik berharap adanya klarifikasi serta langkah perbaikan dari pihak terkait agar sistem administrasi di instansi tersebut dapat berjalan lebih baik dan tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat.azjnKPKtipikornews
Ada Apa di Dispora? Dokumen Honor Media Pacu Kuda Mengendap Seminggu, Staf: “Yang Prioritas yang Datang Duluan!”

