Kuningan – perskpknews.com
Sejumlah wartawan mengaku mendapat perlakuan kurang menyenangkan saat hendak melakukan konfirmasi ke PKBM Ar-Raudhah yang berada di bawah naungan Yayasan Madinatul Ilmi, beralamat di Dusun Pon RT 004 RW 002, Desa Ciniru, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.
Kedatangan para wartawan tersebut bertujuan untuk melakukan konfirmasi dan investigasi terkait kegiatan di lembaga pendidikan nonformal tersebut. Namun, menurut salah satu wartawan dari media perskpknews.com, pihaknya merasa tidak dihargai saat berkunjung ke lokasi.
“Kami datang dengan tujuan baik, hanya ingin melakukan konfirmasi sebagai bagian dari tugas jurnalistik. Namun sambutan yang kami terima dinilai kurang sopan dan terkesan tidak menghargai kehadiran kami sebagai tamu,” ujarnya.
Ia menjelaskan, media memiliki peran sebagai kontrol sosial dan kontrol publik. Karena itu, menurutnya setiap lembaga, termasuk lembaga pendidikan, seharusnya dapat bersikap terbuka dan menghargai kehadiran wartawan yang sedang menjalankan tugasnya.
“Kami datang hanya untuk konfirmasi. Tapi ketika kami memperkenalkan diri dari media, pihak yang kami temui mengatakan sedang rapat dan meminta kami tidak menunggu karena rapatnya akan lama.
Cara penyampaiannya terkesan seperti tidak menghargai kehadiran kami,” tambahnya.
Selain itu, beberapa wartawan juga mengaku kesulitan menemui pihak pengelola PKBM Ar-Raudhah. Mereka menilai pihak lembaga sering tidak berada di tempat ketika media datang untuk meminta klarifikasi.
“Bukan hanya saya saja, beberapa rekan media lain juga mengaku pernah mengalami hal yang sama. Ketika datang ke sana, pihak yang ingin ditemui sering tidak ada di tempat,” katanya.
Para wartawan juga menyebutkan bahwa saat berkunjung ke lokasi, mereka tidak menemukan aktivitas belajar mengajar sebagaimana mestinya.
Kondisi ruang belajar pun dinilai kurang memadai karena hanya menggunakan karpet sebagai tempat kegiatan.
Atas kondisi tersebut, pihak media berharap Dinas terkait yang membidangi pendidikan nonformal di Kabupaten Kuningan dapat melakukan peninjauan langsung untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.
“Kami berharap dinas terkait dapat turun langsung melakukan pengecekan. Jika memang ditemukan pelanggaran atau ketidaksesuaian, tentu harus ada pembinaan ataupun tindakan yang tegas,” tutupnya.
(Wawan Irwanto)
Humas fwji

