KONAWE, PersKpkNews.com – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Wonggeduku, Kabupaten Konawe dievaluasi secara menyeluruh setelah ditemukan menu ayam suwir yang diduga tidak layak konsumsi saat proses pembagian kepada siswa.
Dr. Adi menjelaskan, pihaknya menerima laporan adanya bau tidak sedap dari menu ayam suwir sebelum dikonsumsi oleh siswa.
Insiden ayam suwir di SPPG Wonggeduku, Konawe, telah memicu kemarahan masyarakat dan mahasiswa. Mereka menuntut agar tim dapur dan relawan dirombak karena dianggap tidak profesional dalam menjalankan program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Dr. Adi, selaku pihak yang mitra dan yayasan, membantah tuduhan bahwa ayam suwir tersebut tidak layak konsumsi.
“Sebetulnya, ayam suwir itu tidak basi. Hanya saja, ada kesalahan komunikasi antara tim dapur dan relawan,” kata Dr. Adi dalam wawancara eksklusif dengan awak media, 19/2/2026.
Namun, masyarakat dan mahasiswa tidak terima dengan penjelasan tersebut. Mereka menuntut agar tim dapur dan relawan dirombak dan diganti dengan tim yang lebih profesional.
“Kami tidak akan membiarkan kesalahan ini terus berlanjut. Kami akan terus memantau dan menuntut keadilan,” kata seorang aktivis LSM Anton.
Dr. Adi juga meminta maaf atas kesalahan ini dan berjanji untuk memperbaiki sistem dapur sekolah.
“Kami mohon maaf atas kesalahan ini. Kami akan segera memperbaiki sistem dapur sekolah agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tambahnya.
Insiden ayam suwir di SPPG Wonggeduku merupakan contoh kurangnya kedisiplinan dan pengawasan dalam menjalankan program-program sosial.
Kami berharap agar pemerintah Konawe dan SPPG Wonggeduku dapat memperbaiki sistem dan meningkatkan kualitas pelayanan agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi.
Laporan: Aby Razak

