Bungo, Jambi — Sabtu 07/02/2026- Kpk News Melaporkan Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Batu Kerbau, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo, kembali menjadi sorotan. Dua orang yang diduga sebagai utusan dari pelaku PETI, masing-masing berinisial Y dan i, disebut-sebut telah melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh masyarakat, oknum wartawan, serta perwakilan LSM di wilayah tersebut. Pertemuan itu diduga berkaitan dengan upaya negosiasi dan penyogokan agar aktivitas PETI tetap berjalan tanpa hambatan.
Informasi ini dibenarkan oleh dua tokoh masyarakat Kecamatan Pelepat, yakni H. Jen dan Hendra Senamat, yang mengikuti turut ditemui oleh dua orang utusan tersebut. Keduanya menyatakan bahwa dalam pertemuan tersebut, Y dan I secara terang-terangan menawarkan sejumlah uang sebagai bentuk “upeti” agar aktivitas PETI tidak dipersoalkan.
Benar, dua orang berinisial Y dan i menemui kami. Mereka menawarkan uang RP. 8 jt untuk kelancaran mereka beraktivitasunit alat berat yang digunakan untuk aktivitas PETI,” ungkap salah satu tokoh masyarakat kepada wartawan.
Lebih lanjut dijelaskan, berdasarkan rekaman pembicaraan saat pertemuan berlangsung, Y dan i mengklaim mampu “mengurus” sebanyak 16 unit alat berat yang beroperasi di wilayah Batu Kerbau bagian luar.
Sementara untuk area Batu Kerbau bagian dalam, mereka mengaku tidak mengetahui secara pasti.
“Dalam pertemuan itu, mereka juga menyebutkan nama-nama pemilik PETI yang menggunakan alat berat tersebut. Mereka mengatakan, 16 unit alat di wilayah luar bisa mereka urus,” tambahnya.
Namun demikian, tawaran tersebut belum ada tanggapan ( Di Tolak) oleh sejumlah oknum wartawan dan LSM di Kabupaten Bungo yang hadir dalam pertemuan itu. Penolakan dilakukan karena mereka menyadari bahwa jika tawaran tersebut diterima, maka aktivitas PETI dikhawatirkan akan semakin merajalela dan menimbulkan kerusakan lingkungan yang lebih parah.
“Tawaran itu kami tolak. Kami khawatir jika diterima, maka aktivitas penambangan ilegal akan semakin bebas dan sulit dikendalikan,” tegas salah satu perwakilan yang hadir dalam pertemuan tersebut.
Seperti diketahui, aktivitas PETI di wilayah Kabupaten Bungo, khususnya di Kecamatan Pelepat, telah lama menjadi perhatian publik karena dampak negatifnya terhadap lingkungan, pencemaran sungai, serta potensi konflik sosial di tengah masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait dugaan upaya penyogokan tersebut. Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat segera menindaklanjuti informasi ini secara serius dan transparan, demi menjaga kelestarian lingkungan serta menegakkan hukum tanpa pandang bulu. Tim
Diduga Lakukan Upaya Penyogokan, Dua Utusan Pelaku PETI Temui Tokoh Masyarakat, Wartawan, dan LSM di Bungo

