Padang Pariaman — Pimpinan Daerah (PIMDA) 082 Perguruan Seni Bela Diri Indonesia Tapak Suci Putera Muhammadiyah Padang Pariaman menggelar kegiatan coaching clinic dalam rangka mematangkan dan merapikan keilmuan kader serta pelatih Tapak Suci. Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda strategis organisasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya insan Tapak Suci di Padang Pariaman.
Coaching clinic tersebut dilaksanakan selama dua hari, yakni pada Sabtu, 27 Desember 2025 dan dilanjutkan pada Senin malam, 29 Desember 2025, bertempat di Masjid Jihad Kabun, Pauh Kamba, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman.
Kegiatan ini didampingi langsung oleh Ketua PIMDA 082 Tapak Suci Padang Pariaman, Rahmad Mulyadi, S.Hum, bersama Dr. Fitra Mulyawan, S.H., M.H, yang membidangi hukum serta merupakan salah satu unsur Pimpinan Daerah Muhammadiyah Padang Pariaman.

Rahmad Mulyadi menjelaskan bahwa coaching clinic merupakan salah satu program unggulan PIMDA 082 Tapak Suci Padang Pariaman dalam rangka meng-upgrade keilmuan kader dan pelatih. Materi yang diberikan mencakup keilmuan Tapak Suci secara menyeluruh, sekaligus penguatan nilai dakwah Amar Ma’ruf Nahi Munkar sebagai ruh dari Perguruan Tapak Suci Putera Muhammadiyah.
“Coaching clinic ini bukan sekadar latihan teknis, tetapi juga proses pembenahan dan pematangan keilmuan, baik secara fisik, teknik silat, maupun pemahaman ideologis Tapak Suci sebagai sarana dakwah,” ujar Rahmad Mulyadi.
Secara umum, tujuan coaching clinic Tapak Suci adalah untuk meningkatkan kemampuan pesilat dan pelatih melalui sesi pelatihan intensif yang difasilitasi oleh instruktur atau pendekar yang lebih berpengalaman. Adapun tujuan khususnya meliputi peningkatan teknik dengan mengoreksi dan menyempurnakan gerakan dasar maupun teknik lanjutan agar sesuai standar keilmuan silat Tapak Suci.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana transfer ilmu langsung dari pelatih senior dan pendekar berpengalaman, pemahaman taktik dan strategi bertanding, serta pengembangan fisik dan mental pesilat. Aspek kedisiplinan, fokus, sportivitas, dan pembentukan karakter menjadi perhatian penting dalam coaching clinic ini.
Dalam rangka standarisasi latihan, para peserta juga dibekali pemahaman metode latihan yang seragam sesuai aturan perguruan Tapak Suci dan standar resmi organisasi pencak silat. Coaching clinic ini sekaligus menjadi ajang persiapan bagi atlet-atlet Tapak Suci yang akan mengikuti berbagai kejuaraan di masa mendatang.
Sejalan dengan itu, PIMDA 082 Tapak Suci Padang Pariaman juga menyatakan rencananya untuk menggelar Tapak Suci Open Tournament pada tahun 2026 mendatang, sebagai bagian dari upaya pembinaan prestasi dan pengembangan atlet.
Untuk memperkaya khazanah keilmuan, PIMDA 082 Tapak Suci Padang Pariaman turut menghadirkan Pendekar Edison,S.S,S.Pd dari Banten dalam kegiatan pra coaching clinic kader dan pelatih. Kehadiran pendekar dari luar daerah ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru, memperluas wawasan keilmuan, serta mempererat silaturahmi antarinsan Tapak Suci lintas wilayah.
Melalui kegiatan coaching clinic ini, PIMDA 082 Tapak Suci Padang Pariaman menegaskan komitmennya dalam mencetak kader dan pelatih yang unggul, berkarakter, serta mampu menjaga marwah Tapak Suci sebagai perguruan seni bela diri yang menjunjung tinggi nilai iman, akhlak, dan prestasi.
