Padang Pariaman, 11 Juli 2025 — Polemik perubahan Pekan Budaya Kabupaten Padang Pariaman menjadi Pekan Budaya Nagari Ketaping menuai berbagai reaksi dari masyarakat. Namun, tokoh masyarakat Padang Pariaman, Mulawarman, menilai bahwa permasalahan ini tidak perlu diperbesar karena sejatinya hanya merupakan miskomunikasi semata.
“Ini cuma miskomunikasi antara ayah dan anak, tidak usah dibesar-besarkan. Jangan sampai kesalahpahaman kecil ini mengganggu semangat kita dalam membangun Padang Pariaman,” ujar Mulawarman saat dimintai tanggapannya.
Ia mengajak semua pihak untuk bersikap dewasa dalam menyikapi dinamika ini dan tidak terpancing oleh emosi sesaat. Menurutnya, energi dan perhatian masyarakat seharusnya lebih difokuskan kepada pembangunan yang tengah dikejar oleh pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati Padang Pariaman saat ini.
“Kita harus berpikir jauh ke depan. Saat ini, Bupati kita sedang mengejar percepatan pembangunan Padang Pariaman yang berkeadilan, menjunjung nilai-nilai sejarah, dan bertujuan membawa kemajuan yang merata bagi seluruh nagari,” kata Mulawarman.
Ia menambahkan bahwa niat baik pemerintah daerah untuk melestarikan budaya dan memajukan daerah tidak boleh terganggu hanya karena kesalahpahaman komunikasi. Justru inilah saatnya untuk menunjukkan kedewasaan sosial dan kearifan lokal Minangkabau yang mengedepankan musyawarah dan mufakat.
“Jangan terpecah karena hal kecil. Kita ini satu rumah gadang. Jika ada salah paham, mari duduk bersama, bicarakan dengan tenang. Yang paling penting, jangan sampai semangat membangun daerah jadi terhambat,” tutupnya.
Pernyataan Mulawarman ini menjadi pesan penting bagi seluruh masyarakat Padang Pariaman agar senantiasa menjaga persatuan dan fokus mendukung pembangunan daerah yang lebih maju, adil, dan berbudaya.

